detikcom Do Your Magic

Begini Kondisi Pembatas Jalan di Cilincing Setelah Sebulan Dicat Ulang

Rakha Arlyanto - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 15:59 WIB
Pembatas jalan di Jl Raya Cilincing Raya di depan New Priok Common Gate usai sebulan dicat ulang.
Pembatas jalan di Jl Raya Cilincing setelah sebulan dicat (Rakha Arlyanto/detikcom)
Jakarta -

Warna cat pembatas jalan di Jl Raya Cilincing di depan New Priok Common Gate tampak pudar dan penuh debu. Pengecatan terakhir kali dilakukan sebulan lalu oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Pengecatan dipilih sebagai solusi Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mengatasi masalah pembatas jalan yang rawan bikin kecelakaan.

Pembatas jalan tersebut terletak di jalan satu arah, depan New Priok Common Gate, Kali Baru, kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Banyak truk besar berlalu lalang di jalan ini. Kendaraan juga sering melaju kencang lewat jalan ini.

Pantauan detikcom di lokasi pukul 15.00 WIB, Selasa (4/5/2021), cat pembatas jalan tersebut tampak pudar dan penuh debu. Pembatas pun tampak rusak dan tidak rata. Namun, warna garis kuning dan hitam di pembatas jalan masih terlihat.

Warga setempat Luis (50), seorang tukang parkir, mengungkapkan belum ada pengecatan lagi setelah sebulan lalu. "Belum ada (pengecatan)," kata Luis kepada detikcom di lokasi.

Kris (19), warga sekitar lokasi, menuturkan seminggu lalu pernah datang petugas dari Dinas Perhubungan mengecek pembatas jalan tersebut. Namun belum jelas maksud kedatangan petugas Dishub tersebut.

"Seminggu yang lalu ada Dishub ngecek sama Polantas. Sambil foto-foto," kata Kris.

Pembatas jalan di Jl Raya Cilincing Raya di depan New Priok Common Gate usai sebulan dicat ulang.Pembatas jalan di Jl Raya Cilincing Raya di depan New Priok Common Gate usai sebulan dicat ulang. (Rakha Arlyanto/detikcom)

Seperti diketahui, pembatas jalan di Cilincing menjadi lokasi rawan kecelakaan karena sopir yang tidak melihat pembatas. Mobil yang dikendarai akan tersangkut di tengah pembatas itu karena menganggap tidak melihat pembatas.

Untuk mengatasi masalah itu, pada 28 Februari, Bina Marga DKI Jakarta mengecat pembatas dengan warna kuning dan hitam. Namun karena cat pudar dan tidak pembatas jalan terlihat, terjadi lagi kecelakaan dan pada 29 Maret. Petugas kembali mengecat pembatas pada 30 Maret.

(aik/aik)