Syarat Wajib Haji, Syarat Sah, dan Rukun Haji Berdasarkan Syariat

Kristina - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 12:34 WIB
Beginilah potret Kakbah dan Masjidil Haram sambut jamaah haji yang kembali dibuka saat pandemi COVID-19. Ini potretnya.
Syarat Wajib Haji, Syarat Sah, dan Rukun Haji Berdasarkan Syariat (Foto: AP/Pool)

Syarat Sah Haji

Sementara itu, syarat sah haji terdiri dari 4 hal, antara lain sebagai berikut:

1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Merdeka

Rukun Haji

Rukun haji merupakan bagian dari pelaksanaan dalam ibadah haji yang harus dilakukan selama menunaikannya. Apabila salah satu rukun haji tidak terpenuhi maka hajinya dianggap tidak sah dan wajib mengulangi pada tahun berikutnya.

Masih dalam buku yang sama, terdapat enam rukun haji yang wajib dipenuhi. Antara lain sebagai berikut:

1. Ihram

Ihram merupakan niat mengerjakan haji dengan pakaian ihram dan meninggalkan semua yang dilarang dalam haji. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari,

"Sesungguhnya segala amal ibadah hanya sah apabila dengan niat." (HR. Bukhari)

2. Wuquf di Padang Arafah

Wuquf artinya berhenti di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Di mulai dari waktu zuhur sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Lima Ahli Hadits,

"Haji itu adalah Arafah. Siapa saja yang datang pada malam tanggal 10 sebelum terbit fajar, maka sesungguhnya ia telah mendapat haji yang sah." (HR. Lima Ahli Hadits)

3. Tawaf Ifadah

Mengelilingi Ka'bah (Baitul Atiq) sebanyak tujuh kali keliling dimulai dari Hajar Aswad. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Al-Hajj ayat 29 yang artinya,

"Dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah)," (Q.S Al-Hajj: 29)

4. Sa'i

Sai'i yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Tiap satu kali perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali, begitu sebaliknya. Sa'i diakhiri di bukit Marwah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits Imam Ahmad,

"Telah diwajibkan atas kamu sekalian berlari-lari kecil, maka bersa'ilah kamu." (HR. Imam Ahmad)

5. Tahallul

Tahallul yaitu mencukur atau menggunting rambut kepala paling sedikit tiga helai rambut. Tahallul terdiri dari dua macam, yaitu tahallul awwal dan tahallul tsani.

Tahallul awwal adalah seseorang yang telah mengerjakan dua di antara tiga hal yakni melempar jumrah aqabah, mencukur, dan tawaf ifadah. Di sini telah diperbolehkan untuk meninggalkan pakaian ihram termasuk memakai wangi-wanginan, namun masih dilarang bersenggama dengan suami istri.

Sementara itu, tahallul tsani merupakan seseorang yang telah mengerjakan ketiga yakni melempar jumrah aqabah, mencukur, dan tawaf ifadah. Di sini orang sudah diperbolehkan melakukan hal yang dilarang selama ibadah haji termasuk halal baginya untuk bersenggama.

6. Tertib

Tertib artinya menjalankan ibadah haji secara berurutan sebagaimana dalam rukun haji.

Itulah syarat wajib haji beserta syarat sah dan rukun berdasarkan syariat.


(erd/erd)