Kolonel Iwa Kartiwa Menangis Tepis Isu Sakit Terpapar Radiasi Kapal Selam

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 12:10 WIB
Jakarta -

Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II TNI AL Kolonel Laut (P), Iwa Kartiwa, menangis menepis isu liar yang menyebut dia sakit gara-gara terpapar radiasi kapal selam. Isu tersebut dipastikan hoax.

Awalnya, Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono menyebut banyak kabar beredar tentang kondisi kesehatan Kolonel Iwa. Dia mengatakan Kolonel IWa di-bully, dari sakit terkena radiasi serbuk kapal hingga tidak pernah diperhatikan TNI AL.

"Kami hadirkan Kolonel Iwa yang selama ini jadi bahan pembicaraan seperti kondisi sakit di tempat tidur, tidak bisa berbicara. Kemudian kena radiasi serbuk kapal. Kemudian menjual rumahnya. Tinggal di gang sempit seolah-olah rumahnya tidak layak. Kemudian ada kareirnya tak cemerlang. Kemudian beliau tidak pernah menyampaikan statement apa pun ke pihak media. Kemudian TNI AL tidak pernah perhatikan beliau," ujar Julius dalam jumpa pers di RSAL, Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

"Kok bisa beliau dalam keadaan susah sedih, dengan rekan-rekan seperjuangan yang telah gugur di medan tugas masih di-bully. Masih dipolitisir," sambungnya.

Kolonel Iwa, yang hadir dalam konferensi pers, buka suara. Dia menepis kabar liar soal dia terbaring sakit dan tak bisa bicara.

"Yang pertama ada pernyataan tentang kondisi saya yang terbaring sakit, tidak bisa berbicara, hanya bisa di tempat tidur. Saya seperti ini. Kalau dikatakan sakit, saya masih bisa beraktivitas, biarpun terbatas. Saya berangkat dari Tasikmalaya pakai kendaraan sendiri ke Jakarta, bukan atas perintah pimpinan," ucap Iwa.

Iwa menyebut dia sudah berdinas di kapal selam sejak lama. Tangis Iwa pecah saat memberi klarifikasi soal isu liar yang menyebut dirinya sakit gara-gara terpapar radiasi kapal selam.

"Yang kedua, ada isu saya terkena radiasi serbuk besi kapal selam karena terlalu lama. Saya berdinas di kapal selam mulai sejak Letnan Dua, Letnan Satu, Kapten, Mayor, bersama teman-teman saya. Kami bagian yang tak bisa terpisahkan," katanya sambil menangis.

Iwa mengatakan kapal selam sangat aman asal digunakan di kedalaman yang sesuai dengan spesifikasinya. Kapal selam, katanya, didesain oleh para ahli di bidangnya.

Dia menegaskan memang sedang sakit, namun bukan gara-gara radiasi kapal selam. Iwa juga mengatakan perawatannya didukung penuh oleh TNI AL.

"Ini demikian jadi, kondisi saya saat ini memang sejak lama karena kurang disiplin diri. Jadi saya kondisi sedang perawatan, tapi bukan karena dinas di kapal selam," terang Iwa.

Dia juga buka suara soal isu tinggal di gang sempit. Dia mengatakan rumah yang dia tempati adalah rumah sendiri.

Dia mengatakan tinggal di rumah itu bersama mertuanya. Dia juga menegaskan rumah itu sangat nyaman.

Iwa juga mengaku selalu mendapat posisi yang bergengsi di TNI AL. Iwa mengatakan dia pernah menjabat Komandan Satuan, Komandan Pangkalan di Bangka Belitung, hingga Danpisdikpel.

"Alhamdulillah sampai saat ini diberikan jabatan yang buat kami merupakan kehormatan. Saya bisa jadi Komandan Kapal, saya menjadi Komandan Satuan, saya bisa jadi Komandan Pangkalan Angkatan Laut Bangka Belitung, Danpusdikpel. Menurut kami, itu adalah anugerah yang tidak tergantikan. Jadi kami dengan kondisi kami saat ini bersyukur, kami diberikan yang terbaik oleh Angkatan Laut," ucapnya.

(haf/haf)