Jangan Abai Prokes! Mutasi Corona dari India Diprediksi Melonjak di RI

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 08:32 WIB
Jakarta -

Pemerintah melaporkan ada dua kasus mutasi virus Corona dari India ditemukan di Indonesia. Pakar epidemiologi khawatir kasus itu meningkat gara-gara masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan.

Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menyebut salah satu cara mencegah mutasi virus Corona India menyebar adalah disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

"Kan dari dulu, 3M tetap harus ditingkatkan, karena kan virus ini masih sedikit jumlahnya, mungkin belum banyak. Tapi kalau sudah ini bisa membantu untuk peningkatan lonjakan kasus," kata Pandu kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Pandu mendorong pemerintah menggencarkan tes dan pelacakan. Dia menilai dua hal itu bisa mencegah menyebarnya varian Corona yang ditemukan di India semakin meluas.

"Testing dan pelacakan kasusnya itu benar-benar ditingkatkan dan juga upaya-upaya seperti membatasi kerumunan, upaya 3M itu benar-benar harus ditingkatkan kalau nggak itu penularan akan terus berlangsung, mutasi terus berlangsung sehingga akan semakin banyak, nanti suatu ketika akan terjadi lonjakan kasus yang sangat tinggi," kata dia.

Pandu menyebut masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan. Menurut pandu, hal itu berpotensi memicu tsunami Corona seperti di India.

"Karena 3M sekarang turun drastis, dulu di DKI itu pernah sampai di atas 70 persen orang patuh 3M dari hasil observasi. Sekarang tinggal 20 persenan. Udah abai banget kita," tutur dia.

Pandu meminta karantina bagi orang yang datang dari luar negeri benar-benar diterapkan. Varian virus Corona rentan masuk dari luar negeri.

"Memangnya virus dari India hanya dari India. Jadi bisa dari mana aja, itu salahnya warga negara India dilarang masuk, memangnya virus itu nggak nyebar ke negara lain juga. Jadi semua pelaku perjalanan dari luar masuk karantina semua," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2