Partai PM India Kalah Pemilu Daerah yang Digelar Saat Corona Mengganas

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 15:51 WIB
Para pendukung Perdana Menteri India Narendra Modi di Kolkata
Ilustrasi (dok. Atul Loke/Getty Images)
New Delhi -

Partai politik yang menaungi petahana dalam pemilu daerah Benggala Barat di India berhasil mengalahkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menaungi Perdana Menteri (PM) Narendra Modi. Pemilu daerah ini digelar saat lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) tengah menyelimuti India.

Seperti dilansir Reuters, Senin (3/5/2021), PM Modi dihujani kritikan karena fokus pada pemilu daerah bukannya menjadikan pandemi Corona sebagai prioritas utamanya. Sejumlah pakar menyalahkan komisi pemilu federal India yang mengizinkan kampanye dan pemungutan suara dengan banyak orang melanggar aturan social distancing dan wajib memakai masker.

Mamata Banerje (66) ditetapkan sebagai Kepala Menteri Benggala Barat untuk periode ketiga setelah Partai Kongres Trinamool (TMC) yang menaunginya berhasil meraup dua pertiga mayoritas, dengan menguasai lebih dari 200 kursi dalam total 294 kursi dewan daerah setempat. Penghitungan untuk jumlah total kursi yang diraup TMC masih berlangsung.

Banerjee kini menjadi satu-satunya wanita yang menjabat Kepala Menteri di India.

Meskipun kalah, BJP yang menaungi PM Modi berhasil mendapat pencapaian dengan menjadi partai oposisi utama di Benggala Barat, dengan penghitungan kursi dewan daerah menunjukkan BJP meraup nyaris 80 kursi dari yang tadinya hanya tiga kursi dalam pemilu tahun 2016.

PM Modi, para koleganya dan politikus setempat menggelar kampanye politik secara agresif di sebanyak lima negara bagian India meskipun ada lonjakan kasus Corona. Hasil pemilu daerah ini dipandang dampak gelombang kedua Corona terhadap dukungan untuk Modi dan partainya.

Banerjee, yang merupakan pengkritik tajam PM Modi, lebih banyak menggelar kampanye sendiri untuk mempertahankan kekuasaannya di wilayah tersebut.

"Ini adalah penampilan luar biasa dari Mamata Banerjee karena Modi bertekad untuk menang di Benggala, tapi jelas bahwa keseluruhan mesin dan strategi politiknya tidak mampu mengalahkannya," cetus pengamat politik setempat, Diptendu Bhaskar, dalam analisisnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2