DKM Larang Jemaah Bermasker di Bekasi Sempat 2 Kali Ditegur Polisi

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 19:25 WIB
PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat (Jabar) mendatangi Masjid Al Amanah
Pertemuan pengurus DKM yang melarang penggunaan masker dengan DMI Jabar. (Ilman/detikcom)
Bekasi -

Pengurus DKM Masjid Al Amanah di Kampung Apit, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, viral gara-gara melarang jemaah menggunakan masker. Rupanya, pengurus masjid pernah ditegur polisi hingga dua kali gara-gara larangan itu.

"(Teguran) yang pertama tahun 2020 tepatnya saya lupa dan (teguran kedua) Januari 2021)," ujar Kapolsek Medan Satria, Kompol Agus Rohmat, saat dimintai konfirmasi, Senin (3/5/2021).

Agus mengatakan teguran kedua dilakukan pada Januari 2021. Saat itu pihaknya juga memberikan 10 liter disinfektan dan 150 pcs masker kepada pengurus DKM demi mencegah penyebaran Corona.

Lalu, mengapa pengurus DKM Masjid Al Amanah masih tetap melarang jemaah menggunakan masker hingga akhirnya viral?

Ketua DKM Masjid Al Amanah Abdul Rahman mengakui adanya teguran tersebut.

"Yang pertama dia (Kapolsek) meminta yang sudah biar sudah, artinya yang nggak bermasker ya sudah, yang bermasker biarin," ucap Abdul.

Abdul Rahman mengaku hanya diam menanggapi teguran kedua yang disampaikan oleh polisi. Dia tak menjawab tidak atau iya.

"Kedua, 'Pak kiai saya sudah anjurkan harus bermasker', saat itu saya nggak mengatakan 'iya', saya diam," ujarnya.

Abdul Rohman mengaku dia baru menyepakati anjuran untuk tidak melarang jemaah memakai masker di dalam masjid setelah viral. Kesepakatan itu ditandatangani olehnya dan sejumlah pihak.

"Ketika ada pertemuan itu baru kita ngomong. Ini kita ada berapa nih, ada lima orang, ada benda 100 kilo, kalau sendiri kan berat, kalau dibagi-bagi kan enteng, saya mengiyakan kalau di antara kalian mengharuskan pakai masker, mau tanggung jawab? Baru kita mau tanda tangan, tanda tangan itu nggak asal, setelah ada kesepakatan," katanya.

Saat ini, Masjid Al Amanah tak lagi melarang jemaah menggunakan masker. Abdul Rahman mengatakan hal itu dilakukan setelah ada kesepakatan dari polisi dan juga DMI Jawa Barat.

Selain itu, lantai masjid sudah diberi tanda silang. Tanda tersebut merupakan batas jaga jarak saat salat berjemaah.

"Sebelumnya rapat, setelah kejadian ini ada anjuran (tak larang pakai masker dan harus jaga jarak), tapi belum sampai (ke jemaah). Tapi itu udah ada bentuk tanda silang. Cuma saya menangnya gembiranya ada penanggung jawab, Kapolsek penanggung jawab, Kapolres penanggung jawab, Wakapolres penanggung jawab, Camat tanggung jawab, kiai ini (Ketua DMI Jabar) tanggung jawab dengan atur jarak. Berarti kita nggak sendirian kalau ditanya sama Yang Maha Kuasa. Kemarin-kemarin kan kita nggak, nggak mau kita sendiri," ucapnya.

Simak juga 'Pengurus Masjid di Bekasi Usir Warga yang Salat Pakai Masker':

[Gambas:Video 20detik]



(man/haf)