Ratu Entok soal Dugaan Lecehkan Profesi Perawat: Itu Unek-unek

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 17:34 WIB
DPRD Medan mempertemukan Ratu Entok dengan pengurus PPNI Medan. DPRD Medan berharap kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ratu Entok diselesaikan secara damai (Datuk Haris/detikcom)
Foto: DPRD Medan mempertemukan Ratu Entok dengan pengurus PPNI Medan. DPRD Medan berharap kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Ratu Entok diselesaikan secara damai (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Pemilik akun Tiktok @ratu_entok2, Irfan Satria Putra, dipolisikan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) atas posting-an yang dinilai melecehkan profesi perawat. Ratu Entok mengatakan dirinya hanya menyampaikan pandangan.

"Cuma kan ada profesor yang bilang tutur bahasa saya saja yang kurang pas, tapi terlepas dari itu kan suara hati, unek-unek, bukan ujaran kebencian. Kalau ujaran kebencian seolah-olah saya ada motif tertentu. Sementara saya mamak-mamak berdaster di rumah," kata Ratu Entok kepada wartawan usai pertemuan di DPRD Kota Medan, Senin (3/5/2021).

Dia mengatakan tak punya motif tertentu. Dia melihat, jika itu kemudian diduga ujaran kebencian. Dia menilai ada pihak yang ingin membesar-besarkan pernyataannya.

"Jadi kalau dibilang motif-motif tertentu nggak ada. Memang itu murni unek-unek. Cuma kalau larinya ada ujaran kebencian itu hanya oknum tertentu yang memang mau membesar-besarkan ataupun mungkin ada sifat nggak suka sama saya. Mungkin karena menganggap 'ih ini kok lantam kali manusia', sementara itu logat Medan dan itu unek-unek begitu," ujar Ratu Entok.

Ratu Entok mengatakan pernyataannya bukan bentuk menghakimi karena hanya ekspresinya semata. Dia menganggap pernyataannya hanya masalah kecil.

"Karena kalau dibilang saya menghakimi, nggak. Di video kedua saya bilang mayoritas bahkan kan ekspresi yang saya bilang. Walaupun ada kata-kata yang agak menyakitkan mereka yang dengan kalimat ada saya kiasan itu. Itukan ekspresinya melayani BPJS itu. Kan nggak semua perawat melayani BPJS. Jadi sebenarnya ada oknum yang membesar-besarkan masalah ini sementara di sini kita sudah mau klimaks tadi kan mau damai," sebut Ratu Entok.

"Tapi ada diam-diam melaporkan saya. Jadi saya nggak ngerti. Berarti kan ada memperkeruh suasana seperti saya koruptor besar saja yang musti diserang sana-sini. Inikan masalah kecil. Karena nggak ada unsur apa-apa. Karena ini memang curahan hati rakyat. Curahan hati mamak-mamak," sebutnya

Selain itu, Ratu Entok juga tidak masalah jika dirinya diminta memohon maaf. Dia mengatakan pernyataannya ditujukan kepada oknum perawat.

"Sebenarnya tujuannya ke oknum lah, nggak mungkin semua perawat jahat, nggak mungkin. Saya sendirilah dirawat sama perawat bahkan saya mempekerjakan perawat juga. Jadi hanya ada kesalahpahaman. Jadi kalau disuruh minta maaf saya bersedia minta maaf tapi dengan tujuan minta maafnya mengklarifikasi kata-kata mungkin yang menyakiti para medis. Tapi kalau harus meminta maaf seolah-olah ini tidak kebenaran, tidak dong. Banyak suara rakyat yang menjerit," ujarnya.

Sebelumnya PPNI mempolisikan pemilik akun TikTok @ratu_entok2, Irfan Satria Putra, karena posting-an dinilai melecehkan profesi perawat. Laporan itu bernomor STTLP/B/791/IV/2021/SPKT/POLDA SUMUT. Laporan yang dibikin PPNI itu tertanggal 30 April 2021. Sebelum dipolisikan, Irfan sempat disomasi.

"Badan Bantuan Hukum PPNI bersama Pengurus PPNI Sumatera utara didampingi perwakilan ketua DPD PPNI kabupaten/kota melaporkan si Ratu Entok alias Irfan Satria Putra ke Polda Sumatera utara," kata Ketua PPNI Sumut, Mahsur Al Hazkiyani, Jumat (30/4).

Mahsur mengatakan posting-an yang dibuat Ratu Entok dinilai menyebarkan ujaran kebencian kepada perawat. Ratu Entok dalam video disebut menyamakan perawat dengan tong sampah.

Sebelumnya Ratu Entok sudah disomasi oleh PPNI karena posting-an yang dibuatnya di TikTok. Dilihat detikcom pada Selasa (20/4), dalam posting-annya, Ratu Entok menyinggung adanya perawat yang dipukul seorang pria.

Simak video 'Detik-detik Pemuda Maki Nakes RSA UGM yang Viral':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)