Update 2 Gempa Terkini Hari Ini: Mentawai dan Sabang

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 10:42 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Foto: Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Jakarta -

Gempa bumi terjadi di dua daerah di Indonesia hari ini. Gempa terkini mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat dan juga Sabang.

Berikut update gempa terkini hari ini:

Gempa Mentawai

Gempa terkini berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar). Gempa terjadi sekitar pukul 00.46 WIB.

"35 Km tenggara Tua Pejat-Sumbar," tulis BMKG diakun resmi Twitter-nya @infobmkg, Senin (3/5/2021).

Titik gempa berada di kedalaman 29 Km dengan titik koordinat berada di 2.34 lintang selatan dan 99.66 bujur timur. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Belum diketahui ada tidaknya kerusakan fasilitas dan korban jiwa akibat gempa ini.


Gempa Sabang

Gempa terkini berkekuatan magnitudo (M) 4,8 mengguncang Sabang, Aceh. Gempa juga terasa hingga ke wilayah Banda Aceh.

"Pusat gempa berada di laut 94 Km barat daya Kota Sabang," tulis BMKG diakun resmi Twitter-nya @infobmkg, Senin (3/5/2021).

Gempa berada di kedalaman 49 Km pada pukul 03.49 WIB. Titik koordinat gempa berada di 5.43 lintang utara dan 94.60 bujur timur.

Gempa terkini yang dirasakan hingga ke Banda Aceh berada di skala IV MMI. Skala IV MMI adalah gempa yang dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Belum diketahui ada tidaknya kerusakan dan korban jiwa dari gempa ini.

Selain dua gempa terkini yang terjadi hari ini, Gunung Merapi juga mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang menyebabkan gempa guguran. Berikut kabarnya.

Gunung Merapi

Peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Merapi terjadi pada hari ini. Tercatat dalam periode pengamatan per 6 jam, terpantau ada 3 kali awan panas.

Dalam 6 jam, tercatat gempa guguran sebanyak 34 kali, hembusan 2 kali, fase banyak 4 kali dan 1 kali gempa vulkanik dangkal.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menjelaakan awan panas terjadi pada pukul 00.52 WIB, 03.45 WIB, dan 04.30 WIB. Awan panas tercatat dengan amplitudo 36 hingga 50 milimeter dan durasi 133 hingga 144 detik.

Menurut Hanik, dalam periode yang sama terpantau juga guguran lava pijar. "Teramati 8 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya," jelasnya.

"Status Merapi masih di tingkat Siaga (Level III)," tegasnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Lihat juga video 'Jokowi Beri Rp 50 Juta Untuk Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Malang':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)