Round-Up

Perkembangan Terbaru Kasus Antigen Bekas yang Sungguh Meresahkan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 06:25 WIB
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak (kiri) menginterogasi salah satu tersangka penyalagunaan alat swab tes cepat antigen bekas saat rilis kasus di Polda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Kamis (29/4/2021). Polda Sumatera Utara menangkap lima orang tersangka berinisial RN, AD, AT, EK dan EL serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat swab antigen bekas yang siap untuk digunakan. ANTARA FOTO/Adiva Niki/Lmo/wsj.
Foto: Eks Business Manager Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan berinisial PM (45) telah ditetapkan jadi tersangka kasus tes antigen alat bekas (ANTARA FOTO/Adiva Niki)
Jakarta -

Polda Sumatera Utara (Sumut) terus mengembangkan kasus alat tes swab antigen bekas yang ditemukan di Bandara Kualanamu. Usai menetapkan lima tersangka dan mengungkap cara kerja para pelaku, polisi menyampaikan perkembangan terbaru.

Polisi menyebut hingga kini ada 23 orang saksi yang terus diperiksa terkait kasus antigen bekas. Pemeriksaan puluhan saksi ini untuk mendalami kasus antigen bekas.

"Penyidik masih terus mendalami segala hal untuk melengkapi pemeriksaan. Ada 23 orang saksi yang diperiksa terkait kasus ini," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Minggu (2/5/2021).

Salah satu yang diperiksa terkait kasus ini adalah Direktur Utama (Dirut) Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadillah Bulqini. Selain itu, ada saksi yang diperiksa dari Angkasa Pura.

"LIma saksi di tempat kejadian perkara (TKP), 15 saksi dari Kimia Farma Diagnostika, 2 saksi dari Angkasa Pura Solution, 1 saksi Dirut KFD (Kimia Farma Diagnostika)," ucapnya.

Polisi juga mendalami keberadaan rumah mewah yang sedang dibangun salah satu pelaku berinisal PM (45) di Sumatera Selatan (Sumsel). Rumah mewah itu diduga dari hasil keuntungan alat tes antigen bekas.

"Masih didalami penyidik," jelas Hadi.

Hadi tidak menjawab secara gamblang apakah rumah mewah yang sedang dibangun di kawasan Lubuklinggau ini bakal disita polisi atau tidak. Hadi hanya mengatakan kasus dugaan daur ulang alat tes antigen ini masih dikembangkan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2