Camat: Perusahaan Sediakan Takjil Tak Hanya di Kayu Putih, tapi Se-Jakarta

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 16:56 WIB
Sumbang takjil dari perusahaan atau pengusaha di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur
Sumbang takjil dari perusahaan atau pengusaha di Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur (dok. Kelurahan Kayu Putih, Jakarta Timur)
Jakarta -

Camat Pulo Gadung, Jakarta Timur (Jaktim), Bambang Pangestu, angkat bicara mengenai surat edaran Lurah Kayu Putih, Artika Ristiana, soal perusahaan diminta untuk membagikan takjil ke warga sekitar. Menurut Bambang, kegiatan itu adalah program se-Provinsi DKI Jakarta.

"Iya jadi (kegiatan itu) tepatnya berupa imbauan atau ajakan. Yang pertama kita itu melaksanakan kegiatan sosial berskala besar (KSBB). Yang pertama itu. Yang kedua kita memiliki tujuan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat," kata Bambang, saat dihubungi, Minggu (2/5/2021).

Dia menjelaskan, kegiatan ini dilakukan bukan hanya di Kelurahan Kayu Putih, melainkan semua kelurahan di DKI Jakarta. Bambang mengatakan kegiatan ini dilakukan dari awal sampai akhir bulan Ramadan nanti.

"Ya jadi sekali lagi, ini kegiatan sosial berskala besar. Kita mengajak memang pada pengusaha ataupun pada warga yang mampu untuk berkolaborasi. Jadi kolaborasi, KSBB itu adalah kolaborasi sosial berskala besar. Jadi kami mengajak kepada pengusaha atau warga yang mampu untuk menyediakan makan bagi warga yang tidak mampu, dan kami tidak, ini hanya berupa ajakan atau imbauan. Bukan berupa paksaan. Bagi perusahaan yang mungkin keberatan dan sebagainya, itu nggak ada masalah bagi kita," jelasnya.

Dia pun menerangkan soal perusahaan yang diminta menyediakan takjil sebanyak 150 boks makanan. Dikatakan Bambang, perusahaan tidak diminta untuk menyediakan 150 boks makanan.

Bambang menjelaskan tiap kelurahan diharapkan dapat menerima 150 boks makanan dari KSBB ini. Takjil yang diterima ini, lanjutnya, nantinya akan dibagikan ke warga yang kurang mampu.

"Ada juga yang memang (perusahaan/warga mampu) tidak bersedia (memberikan takjil ke warga setempat). Ada juga tadi yang saya bilang, dia hanya menyumbang nasi 10 kotak, nasi kotak gitu, takjil, ya kita jalankan. Kita laksanakan gitu. Jadi memang kita, kita itu satu kelurahan itu 150 per hari, ya. Jadi bukan 1 perusahaan yang (menyediakan) 150 (boks makanan) per hari, atau bukan perorangan. Bukan, bukan (1 perusahaan 150 boks makanan). Targetnya kita 150 itu per hari, per kelurahan," tambahnya.

"Iya setiap hari kita (selama bulan puasa melaksanakan kegiatan ini). Kan biasanya mulai jam-jam 16.00 WIB nanti kita turun ke bawah, ke kantong-kantong kemiskinan lah. Atau kantong-kantong yang memang mereka, warga yang nggak mampu. Kalau di Kayu Putih seperti di Pulo Nangka, Kampung Pedongkelan, di RW 7, itu kan masih banyak masyarakat yang kehidupannya menengah ke bawah," ucap Bambang.

Simak juga 'Tak Ada Bazar, Penjual Takji Tetap Berjualan di Sepanjang Jalan Benhil':

[Gambas:Video 20detik]