HNW Luncurkan Program Bantu Pembuatan Legalitas Sanggar Pencak Silat

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 17:21 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meluncurkan program advokasi dan bantuan untuk pembuatan legalitas sanggar pencak silat yang tergabung dalam Silaturahmi Kumpul Bareng Anak Tenabang (Sikumbang) Jakarta Pusat. Sikumbang telah membawahi sekitar 26 sanggar pencak silat.

HNW mengatakan pencak silat adalah kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya mendukung keberadaan pencak silat sama dengan melestarikan budaya dan kearifan lokal seperti yang dimiliki oleh warga betawi di Jakarta.

Ia menyebut pelestarian pencak silat salah satunya dilakukan dengan pengurusan legalitas. Manfaatnya agar sanggar-sanggar yang bisa berbadan hukum, berkembang, memenuhi aspek legal, dikelola secara profesional, dan bisa memperoleh akses bantuan dari berbagai program pemerintah lainnya.

"Kami di PKS sangat mendukung pelestarian dan pengembangan kearifan lokal, maka kemarin saya juga selenggarakan lomba hadrah dan qasidahan se-Jakarta Selatan, dan kini di Jakarta Pusat, kami (PKS) juga dukung kegiatan pelestarian dan pengembangan seni beladiri merakyat yaitu pencak silat ini," ujar HNW dalam keterangannya, Minggu (2/5/2021).

Ia mengatakan upaya melestarikan seni budaya dan kearifan lokal adalah bagian dari pelaksanaan UUD NRI 1945. Terutama pasal 32 yang mengatur upaya negara menghormati dan memajukan kebudayaan nasional dan daerah, pasal 28C yang mengatur pemanfaatan seni dan budaya sebagai hak asasi manusia, dan Pasal 28I ayat (3) yang menyatakan identitas budaya dan hak masyarakat tradisional perlu dihormati.

Ia juga mengatakan program yang dilakukannya ini merupakan implementasi dari ajaran Islam yang sangat erat kaitannya dengan tradisi pencak silat Betawi. Menurutnya hal ini membuktikan dan menunjukkan Islam itu memang mementingkan silaturahim, saling kerja sama, mendukung, mencintai kearifan lokal, dan jauh dari sifat radikalisme dan ekstremisme.

HNW menjelaskan dukungan kepada sanggar-sanggar pencak silat juga merupakan rangkaian kepedulian terhadap budaya Betawi.

Ia juga menyampaikan hadirnya Ramadhan yang penuh berkah membuat semuanya bisa bersilaturahmi, tarawih, memakmumkan masjid, sedekah, zakat, berbagi takjil, hingga buka puasa bersama. Namun tetap harus memenuhi protokol kesehatan COVID-19.

Ia menegaskan Islam adalah agama rahmatan lil alamin, menolak segala bentuk terorisme, radikalisme, separatisme, komunisme, atheisme, dan lainnya. Sehingga ia mengingatkan untuk jangan mengembangkan Islamophobia dan bagi umat Islam jangan malah Indonesiaphobia.

Pasalnya, proklamasi kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia juga hasil jihad/ijtihad/mujahadah para ulama baik dalam ormas (NU/Muhammadiyah, dan lainnya) juga orpol (Syarikat Islam, Masyumi, dan lainnya) dulu bertepatan juga dengan bulan Ramadhan (tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriah).

"Maka hendaknya kita bisa isi Ramadhan untuk yang meningkatkan cinta kepada Islam dan kepada NKRI," terangnya.

Kepedulian dan bantuannya kepada sanggar pencak silat diakui dan diapresiasi oleh Ketua Sanggar Silat Sabet Sikumbang Rendi.

"Kami Pegiat Pencak silat Betawi, sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan Ustadz Hidayat Nur Wahid, anggota DPR RI dari PKS, yang telah membimbing dan membantu agar Sanggar-Sanggar Silat Betawi mempunyai legalitas sebagai yayasan dan komunitas yg melestarikan kearifan lokal, juga dukungan materialnya untuk terlaksananya kegiatan di Sanggar Pencak Silat Sabet Sikumbang," ujar Rendi.

Sementara itu Anggota DPRD DKI Jakarta, H. Ismail turut mengapresiasi program yang telah dinikmati oleh Sanggar Betawi Sabet Tenabang yang sudah berbadan hukum yayasan ini. Menurutnya program ini merupakan inisiatif yang sangat baik sekali dalam upaya memajukan kebudayaan Betawi.

Ia juga berharap dengan dukungan legalitas kepada sanggar-sanggar pencak silat Betawi ini maka ke depan mereka juga bisa berkontribusi dan bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung kearifan lokal budaya Betawi ini.

"Program ini sangat diapresiasi dan perlu didukung bersama," katanya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh lurah, ketua RW, ketua RT, Pemuda Pancasila, para pesilat dari Sikumbang maupun Gerak Oray, pimpinan masjid dan majelis taklim, kepolisian dan TNI setempat, juga kader-kader PKS.

(fhs/ega)