Menhub-Gubernur Kepri Tinjau Bandara Raja H Abdullah dan Pelabuhan Malarko

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 16:31 WIB
Menhub-Gubernur Kepri Tinjau Bandara Raja H Abdullah dan Pelabuhan Malarko
Menhub-Gubernur Kepri meninjau Bandara Raja H Abdullah dan Pelabuhan Malarko. (Foto: dok. Kemenhub)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Raja Haji Abdullah dan Pelabuhan Malarko di Pulau Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau. Budi memastikan rencana pembangunan bandara dan pelabuhan itu maksimal.

"Saya harapkan amanat Pak Presiden kepada saya untuk membangun daerah-daerah ini bisa dilaksanakan. Sehingga Kepri memiliki daya saing yang baik dan insyaallah memberikan kemakmuran untuk masyarakat Karimun," ujar Budi di Bandara Raja Haji Abdullah, Tanjungbalai Kaimun, Kepri, Sabtu (1/5/2021).

Budi mengatakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sepakat Pelabuhan Malarko akan dikembangkan. Budi menyampaikan arahan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Berkaitan dengan Pelabuhan Malarko, memang sejumlah investasi sudah ditanamkan oleh pemerintah pusat. Tapi mengingat fiskal dari APBN ini semakin harus disebar ke mana-mana, dan Bapak Presiden memang menugaskan kepada kami untuk sedapat mungkin melibatkan pemda dan swasta untuk mengembangkan. Tadi kami bersepakat agar Pelabuhan Malarko akan dikembangkan menjadi satu pelabuhan dengan paket kerja sama pengelolaan, yang konsensinya itu bisa 30 tahun. Artinya nanti Kemenhub melimpahkan kepada BUMD bekerja sama dengan swasta, dan selanjutnya akan dikembangkan. Bisa dibayangkan apabila pelabuhan kontainer itu bisa berjalan, maka kegiatan-kegiatan ekonomi semakin baik di Karimun," kata Budi.

Kemudian, untuk Bandara Raja Haji Abdullah, Budi menyebut akan memperpanjang landasan pacu atau runway yang saat ini sedang dalam proses pengembangan hingga 1.600 meter. Menurutnya, landasan pacu di bandara itu harus diperpanjang sampai 2.200 meter supaya bisa didarati pesawat berbadan besar.

"Kedua, Bandara Haji Abdullah, kita merencanakan di sini ultimate ya. Bisa didarati narrow body 737 dengan panjang 2.200 meter, itu ultimate. Tapi kita harus realistis, tahun ini kita selesaikan dengan 1.600. Artinya 1.600 itu sudah bisa didarati ATR. Jadi kapal terbangnya bukan kapal terbang perintis lagi yang kapasitasnya 72. Saya harapkan amanat Presiden kepada saya untuk membangun daerah-daerah ini bisa dilaksanakan. Sehingga Kepri memiliki daya saing yang baik dan memberi kemakmuran untuk masyarakat Karimun," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memastikan bakal mendukung Budi dalam membangun Pelabuhan Malarko dan Bandara Raja Haji Abdullah. Dia juga berharap rencana pembangunan ini lancar.

"Kalau Pak Menteri semangat begini, malu, Pak, kami di daerah kalau nggak semangat. Ya mudah-mudahan kami akan tindak lanjuti ini segera. Dan satu per satu yang jadi tugas daerah akan kami tangani bersama Kabupaten Karimun dan mudah-mudahan tahun depan sudah bisa 1.600 meter dan ATR sudah bisa masuk. Itu sudah luar biasa. Dan ke depan kita kejar 2.000 atau 2.200," ujar Ansar.

Sebelum ke Kepri, Budi Karya Sumadi mengecek salah satu pulau terluar di Indonesia, yakni Pulau Nipa, Kepulauan Riau. Budi akan mengevaluasi bisnis ship to ship (STS) di Pulau Nipa, yang dinilai kalah saing dengan Singapura dan Malaysia.

(zap/zap)