Geramnya Komnas Perempuan pada Pemukulan Penjaga Konter HP oleh Tunangan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 15:50 WIB
Video pria menggebuki wanita penjaga konter HP di Malang tengah viral. Kini polisi tengah menyelidiki kasus kekerasan tersebut.
Wanita penjaga konter HP di Malang dipukuli tunangannya. (Tangkapan layar)
Jakarta -

Video pria menggebuki wanita penjaga konter HP di Malang viral. Saat wanita itu dipukuli, warga yang ada di sekitar konter HP itu tampak hanya menonton. Komnas Perempuan menyoroti diamnya warga saat melihat kasus kekerasan dalam pacaran (KDP) ini.

"Jika mendapati perempuan dipukuli pacarnya, segera lerai dan berikan bantuan kepada korban. Ini adalah kekerasan terhadap perempuan di ranah personal, yaitu kekerasan yang terjadi di antara yang memiliki relasi intim seperti pacaran. Atau biasanya disebut dengan kekerasan dalam pacaran (KDP)," kata komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, saat dihubungi detikcom, Jumat (30/4/2021).

Siti menjelaskan diamnya masyarakat atas aksi kekerasan seperti ini terjadi karena cara pandang patriarkis. Pandangan ini membuat perempuan menjadi subordinat lelaki.

"Mengapa kita cenderung diam dan tidak membantu korban? Karena kita secara tidak langsung 'membenarkan' kekerasan terhadap perempuan. Hal ini berangkat dari cara pandang patriarkis bahwa perempuan adalah subordinat dari laki-laki, yang memberikan 'kewenangan' laki-laki untuk mengontrol dan mengatur perempuan," tuturnya.

Dia mengungkapkan tindakan KDP yang tak bisa diurai bisa berlanjut menjadi KDRT saat menikah. Menurutnya, toxic relationship (hubungan beracun) seperti ini harus dikenali perempuan sejak awal.

"Belajar dari pengalaman KDP yang tidak berhasil diurai dan diselesaikan, akan berlanjut menjadi KDRT ketika mereka menikah. Siklus kekerasan dan relasi yang toxic harus dikenali oleh perempuan untuk menentukan mau dibawa ke mana hubungan pacaran itu," ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan kasus KDP selalu menempati peringkat nomor satu dalam catatan tahunan (catahu) Komnas Perempuan.

"Kekerasan di ranah rumah tangga atau relasi personal selama 10 tahun catahu selalu menempati urutan pertama dari kasus kekerasan terhadap perempuan. Hal ini memperlihatkan bahwa ranah rumah tangga atau personal adalah ranah yang paling berisiko bagi perempuan untuk mendapatkan kekerasan," ujarnya.

Lihat juga video 'Petugas SDA Jaktim Dipukul Saat Tangani Banjir, Ini Kata Wagub DKI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2