Bule yang Viral Ngaku Lolos Karantina di RI Diduga Salah Terjemahkan Bahasa

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 13:25 WIB
Poster
Foto untuk ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Denpasar -

Bule yang viral mengaku lolos dari karantina di Indonesia selama lima hari diduga mengalami kesalahan penerjemahan bahasa. Dugaan ini muncul setelah pihak Kantor Perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali bertemu dengan bule tersebut.

"Kalau hasil keterangan yang kami gali dari yang bersangkutan, ini ada salah pengertian penerjemahannya," kata Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk dalam rekaman videonya yang diterima detikcom, Jumat (30/4/2021).

Meski ada dugaan kesalahan penerjemahan bahasa, Jamaruli menyerahkan kewenangan pemeriksaan bule tersebut kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 atau Satpol PP Provinsi Bali. Terlebih sampai sampai saat ini, pihaknya tidak menemukan ada permasalahan dalam bidang keimigrasian.

"Ya menunggu rekomendasi dari instansi lain yang akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut tentang hal itu," jelas Jamaruli.

Kepala Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali I Putu Surya Dharma mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan bule tersebut sekitar pukul 09.00 WITA.

"Ya (bule tersebut mengalami kesalahan penerjemahan bahasa). Dia kira dikarantina itu dikurung dalam ruangan yang kecil," terang Surya Dharma.

Identitas bule tersebut juga sudah dikantongi. Bule perempuan tersebut diketahui bernama Elena Butuzova asal Rusia. Bule kelahiran 1971 itu diketahui masuk ke Bali pada 21 April 2021 bersama suaminya. Ia tinggal sementara di Double View Mansion, Ubud, Bali.

Sebelumnya diberitakan, seorang bule melalui postingannya di Instagram mengaku berhasil masuk ke Indonesia tanpa harus menjalani karantina selama 5 hari. Unggahan bule itu pun kemudian beredar di media sosial.

Dalam postingannya, bule yang memiliki akun @lena_butuzov_a itu menandai lokasinya sedang berada di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dalam captionnya, dia mengatakan, masa pandemi COVID-19 sebagai waktu yang terbaik untuk bepergian.

"Terbang keliling dunia selamapandemi dan tidak takut apa pun.Covid adalah waktu terbaik untuk bepergian untuk menghindari karantina selama 5 hari," tulisnya seperti dilihatdetikcom, Jumat (30/4).

Tonton video 'WNA Ngaku Bisa Berkeliaran Saat Karantina di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]