Lumba-lumba Terjebak di Empang Warga di Maros Sulsel Dievakuasi ke Laut

M Bakrie - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 10:33 WIB
Maros -

Seekor lumba-lumba dengan panjang 2 meter yang sempat terperangkap di empang warga di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya dievakuasi ke laut. Butuh waktu lama bagi petugas untuk mengangkut lumba-lumba itu ke perahu dan membawanya ke laut.

"Kondisinya masih sangat aktif, makanya itu yang menyulitkan kami dalam proses evakuasinya. Butuh sekitar 1 jam, akhirnya bisa dimasukkan ke tandu," kata tim BPSPL Makassar, Muhammad Rizal, Jumat (30/4/2021).

Lumba-lumba itu baru diketahui terjebak di empang milik Abdul Haris di Desa Marannu, Kecamatan Lau, Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (29/4).

Saat mengevakuasi lumba-lumba jenis gigi kasar (Steno bredanensis) itu, petugas Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Laut (BPSPL) Makassar menggunakan tandu khusus ikan mamalia terdampar.

Selain masih sangat aktif, bobot lumba-lumba itu juga cukup berat hingga sangat menyulitkan petugas. Belum lagi, setiap ingin dimasukkan ke dalam tandu, mamalia itu beberapa kali berontak dan melepaskan diri.

"Bobotnya juga lumayan berat karena empat orang yang berusaha angkat tidak bisa. Tadi kita upayakan menggiring ke pintu air, tapi susah. Akhirnya kita bungkus saat masih di dalam empang, meski sering berontak," lanjutnya.

Setelah hampir satu jam berusaha memasukkan lumba-lumba ke dalam tandu, petugas berhasil mengangkat lumba-lumba itu ke perahu jolloro yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah itu, mamalia tersebut dibawa ke laut.

"Prosesnya sampai 2 jam sampai akhirnya bisa dibawa ke laut. Jaraknya dari empang ke laut itu ada sekitar 5 kilometer. Terus kita lepasnya itu sekitar 3 kilometer dari muara," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga Abdul Haris mengaku kaget saat mengetahui ada lumba-lumba terjebak di empang miliknya. Awalnya Haris tidak menyangka sosok yang berenang di empangnya merupakan lumba-lumba.

"Saya hanya melihat di televisi. Kaget karena kok bisa masuk ke sini, padahal laut jauh dari sini sekitar 5 kilometer," katanya.

Mamalia itu masuk ke empang dengan cara melompat dari aliran sungai yang berada di samping empang. Saat itu kondisi air sungai memang sedang pasang.

"Ya tidak mungkin lewat jalur air karena kan ada papan tinggi. Pasti lompat masuk ke dalam. Tadi kan memang airnya pasang," lanjutnya.

(nvl/nvl)