Round-Up

4 Fakta Baru Geger Alat Tes Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 07:35 WIB
Jakarta -

Sederet fakta baru terungkap dari kasus penggunaan alat tes antigen bekas untuk tes Corona di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Ternyata, ulah menjijikkan ini sudah dilakukan berbulan-bulan.

Fakta-fakta baru ini terungkap ketika Polda Sumatera Utara menggelar jumpa pers di Polda Sumut, Kamis (29/4/2021). Kapolda Sumut Irjen Panca Putra memaparkan tersangka dan konstruksi kasusnya.

Berikut fakta baru kasus tes antigen bekas di Bandara Kualanamu:

5 Orang Jadi Tersangka

Polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu. Mereka dijerat melanggar UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen.

Kelima tersangka itu adalah orang-orang yang disebut bekerja di Kimia Farma sebagai pengelola laboratorium tes antigen Bandara Kualanamu:

1. BM (Business Manager) Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan, PM (45). Dia diduga berperan sebagai penanggung jawab laboratorium dan yang menyuruh melakukan penggunaan cotton buds swab antigen bekas.

2. Kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19). Dia diduga berperan sebagai pengangkut cotton buds swab antigen bekas dari Kualanamu ke Lab Kimia Farma dan membawa cotton buds swab antigen bekas yang sudah diolah dan dikemas ulang dari Lab Kimia Farma ke Kualanamu.

3. CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma, DJ (20). Dia diduga berperan melakukan mendaur ulang cotton buds swab antigen bekas menjadi seolah-olah baru.

4. Pekerjaan bagian Admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan, M (30). Dia diduga berperan yang melaporkan hasil swab ke pusat.

5. Pekerjaan bagian admin hasil swab, R (21). Dia diduga berperan sebagai admin hasil swab tes antigen di Posko Pelayanan Pemeriksaan COVID-19 Kimia Farma Bandara Kualanamu.

Kelimanya dijerat Pasal 98 ayat (3) juncto Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) juncto Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3