Buntut Kasus Kualanamu, Anggota DPR Minta Faskes Tes Antigen Lain Dicek

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 07:42 WIB
Ketua DPP PAN, Saleh Daulay
Foto: Saleh Daulay (dok. Istimewa)
Jakarta -

Fasilitas kesehatan pemeriksaan swab antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara kedapatan menggunakan alat tes bekas. Anggota DPR meminta sidak dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) yang memiliki fasilitas tes swab antigen agar tak terjadi hal serupa.

"Sebaiknya memang diperiksa juga di tempat lain, dipastikan semuanya aman. Berbahaya itu, tindakan yang berbahaya karena hasil data tidak akurat, orang yang sehat tidak bisa naik pesawat, orang yang sakit bisa naik pesawat, itu berbahaya. Usut tuntas, ditangkap, diperiksa, diadili, apalagi orangnya udah ketahuan kok," kata Anggota Komisi IX DPR fraksi PAN, Saleh Pertaonan Daulay kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Saleh mengatakan tindakan itu adalah kriminal. Ketua DPP PAN itu mendorong agar pelaku segera diadili dan ditindak tegas.

"Itu tindakan kriminal yang membahayakan masyarakat umum. Karena itu saya mendesak agar pelaku tindakan pemalsuan, itu sama juga pemalsuan juga kan, untuk segera ditangkap diadili sesuai dengan aturan yang berlaku karena tindakan tersebut tidak hanya merugikan orang yang melakukan tes antigen di situ, karena adanya daur ulang itu bisa menyebabkan hasilnya tidak akurat dan akibatnya bisa berdampak luas bagi masyarakat lain," ucap Saleh.

Kementerian Kesehatan juga didesak Saleh untuk memenuhi kebutuhan alat tes COVID-19. Dia menekankan bahwa anggaran untuk tes itu telah diberikan.

"Saya mendesak agar Kementerian Kesehatan segera memenuhi kebutuhan alat-alat untuk tes seperti antigen dan rapid itu, karena justru bisa jadi seperti itu terjadi justru karena alat antigennya itu tidak cukup. Karena itu kita mendesak itu segera dipenuhi. Apalagi anggarannya kan itu ada, kalau nggak salah saya dianggarkanhampir 6 triliun untuk antigen dan PCR swab," jelasnya.

Untuk diketahui, Polda Sumut mengakukan penggerebekan tempat tes antigen di Bandara Kualanamu pada Selasa (27/4). Lokasi itu diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas pakai yang berulang kali dimasukkan ke hidung pasien.

"Iya itu dugaan-dugaan ke arah situ semuanya didalami oleh penyidik. Makanya nanti penyidik secara komprehensif pendalaman baru nanti disampaikan," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi di Polda Sumut, Medan.

Peralatan bekas itu diduga berupa alat yang dimasukkan ke hidung. Alat itu diduga dicuci atau dibersihkan lagi setelah dipakai untuk digunakan ke pasien berikutnya.

Tonton Video: Imbas Alat Tes Antigen Bekas, Warganet Resah dan Ragukan Kimia Farma

[Gambas:Video 20detik]



(lir/man)