Komnas HAM Khawatir Kekerasan Meningkat Usai KKB Papua Dicap Teroris

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 18:04 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bersama para anggota meninjau terkait tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) khawatir kekerasan di Papua meningkat setelah pemerintah menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai teroris. Komnas HAM malah menilai pendekatan keamanan yang dilakukan pemerintah di Papua selama ini tak berhasil.

"Komnas HAM RI sangat khawatir atas kemungkinan eskalasi kekerasan setelah penetapan status teroris untuk kelompok perlawanan bersenjata di Papua," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik melalui keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

Dalam hal ini, Taufan menyampaikan Komnas HAM juga mengutuk berbagai kekerasan oleh KKB di Papua yang menimbulkan korban, baik dari warga sipil maupun aparat. Dia lalu mengaku menerima keluhan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat Papua yang ingin kedamaian di tanah kelahiran mereka.

"Tentu saja kami mengutuk keras berbagai aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok perlawanan bersenjata, baik yang ditujukan kepada orang sipil maupun kepada aparat keamanan. Seruan tokoh agama dan masyarakat Papua yang disampaikan ke Komnas HAM selama ini selalu menginginkan penyelesaian damai agar masyarakat Papua bisa hidup aman dan meneruskan pembangunan daerah mereka yang sangat tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia," ujarnya.

"Suara perdamaian dari para tokoh masyarakat itu sudah kami sampaikan di dalam berbagai kesempatan kepada Presiden Joko Widodo, pimpinan Polri-TNI dan pejabat pemerintahan lainnya," sambungnya.

Taufan kemudian menyampaikan pendekatan Pemerintah yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik dengan KKB di Papua belum berhasil. Dia menyebut sebelumnya Komnas HAM telah menyampaikan keinginan mengkaji pendekatan yang mengedepankan rasa damai sejahtera bagi warga Papua.

"Pendekatan keamanan yang dilakukan selama ini, belum berhasil dan masih menyisakan banyak catatan kekerasan dan pelanggaran HAM, baik dari aparat maupun dari kelompok bersenjata yang ingin merdeka. Karena itu, di dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan pihak pemerintah, sudah kami sampaikan keinginan untuk mengkaji ulang pendekatan keamanan yang selama ini belum berhasil dengan lebih mengedepankan jalan damai dan pendekatan kesejahteraan," ucapnya.

Simak artikel selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2