Pesan Pokok Surat Al Fatihah Ayat 5, Apa Isinya?

Rahma I Harbani - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 17:00 WIB
Ilustrasi membaca al quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel/Pesan Pokok Surat Al Fatihah Ayat 5, Apa Isinya?
Jakarta -

Surat Al Fatihah adalah surat yang selalu kita baca ketika sholat. Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah mengatakan bahwa surat yang paling agung dalam Al Quran adalah surat Al Fatihah.

Surat Al Fatihah diturunkan di Kota Mekkah dan terdiri dari 7 ayat.

Surat yang disebut dengan Fatihatul-Kitab atau pembukaan kitab ini pun tercantum pesan-pesan pokok untuk pembacanya di setiap ayatnya, terutama ayat yang ke-5 yang disebut sebagai rahasia dari surat Al Fatihah.

Apa isi pokok pesannya?

Sebelumnya, kita lihat bunyi dari bacaan surat Al Fatihah ayat 5 sebagai berikut:

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Bacaan latin: Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn

Artinya: "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."

Melansir dari Tafsir Ibnu Tafsir, sebagian ulama Salaf sepakat bahwa surat Al Fatihah merupakan rahasia Al Quran. Sementara rahasia dari surat Al Fatihah terletak pada ayat ke-5 ini.

Berikut ini pokok-pokok pesan yang perlu diketahui dalam surat Al Fatihah ayat 5.

1. Tidak menyembah dan bertawakal kepada selain Allah

Lafadz "Iyyāka" ditempatkan di awal kalimat dan diulangi untuk menunjukkan makna perhatian dan pembatasan. Artinya, kata ini menekankan pembaca untuk tidak menyembah kepada selain Allah dan tidak bertawakal kecuali hanya kepada Allah. Inilah yang disebut dengan kesempurnaan dari ketaatan.

Pangkal dari agama secara keseluruhan berasal dari kedua makna tersebut.

Lafaz "Iyyāka na'budu" menunjukkan makna berlepas diri dari segala kemusyrikan. Sementara lafadz "iyyāka nasta'īn" memiliki maksud melepas diri dari upaya dan kekuatan serta selalu berserah diri kepada Allah SWT sepenuhnya.

2. Memuji Allah dengan sifat-sifat terbaik-Nya

Dalam ayat ini juga dimaksudkan agar pembaca dapat memuji Allah melalui kalimat-kalimat tersebut dengan segala sifat-sifat terbaik-Nya.

Oleh karena itu, sholat seseorang disebut tidak sah jika tidak membaca surat Al-Fatihah padahal ia mampu untuk membacanya. Hal ini sesuai dengan yang tertulis dalam kitab Sahihain dari Ubadah ibnus Samit yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Artinya: "Tidak ada salat (tidak sah salat) orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab."

3. Ibadah merupakan tujuan utama

Dari ahli tafsir, Qatadah, dalam Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan makna dari ayat ke-5 ini.
Lafadz "Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn" memiliki maksud bahwa Allah memerintahkan pembaca untuk ikhlas beribadah dan memohon pertolongan kepada Allah.

Lafadz "Iyyāka na'budu" lebih didahulukan dari pada lafadz "Iyyāka nasta'īn" sebab ayat ini hendak menyampaikan posisi ibadah yang lebih tinggi di atas segalanya.

Ibadah kepada Allah merupakan tujuan utama. Sedangkan meminta tolong merupakan sarana untuk melakukan ibadah.

Klik halaman selanjutnya