Satu Per Satu Akun Medsos Penghasut Kerumunan Jakmania Diperiksa Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 16:34 WIB
Persija Jakarta berhasil mengalahkan Shan United dengan skor 6-1 pada laga terakhir Grup G Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (15/5/2019).
Ilustrasi Jakmania (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menyelidiki sejumlah akun media sosial yang diduga mengundang kerumunan Jakmania di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Satu per satu admin akun media sosial itu diperiksa polisi.

Hari ini, Polda Metro Jaya memeriksa seorang saksi pemilik akun media sosial yang diduga menghasut Jakmania untuk berkerumun. Total kini sudah ada lima pemilik akun yang dimintai keterangan.

"Ini ada pemeriksaan satu akun lagi sebagai saksi di Ditreskrimsus. Jadi sudah ada 5 orang (pemilik akun) yang arahnya juga sama pengerucutan nanti apakah ada aktor utama di balik ini ada ajakan atau perintah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Polisi sendiri pada Rabu (28/4) telah memeriksa Presiden Persija Jakarta, Mohammad Prapanca, dan perwakilan pengurus Jakmania. Khusus bagi Presiden Persija Jakarta, ada 28 pertanyaan yang dicecar penyidik kepada Prapanca.

"Dua puluh delapan pertanyaan yang kita wawancarakan kepada Presiden Persija, arahnya memang ada ajakan di sini, atau ada perintah dari Persija ada atau tidak terhadap antara suporter terjadi kerumunan kemarin seperti itu. Perintah secara lisan atau tulisan kepada suporter itu yang kita tanyakan kepada presiden itu," ungkap Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengatakan pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan kepada Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno. Sebelumnya, Diky telah dipanggil namun berhalangan hadir akibat masih isolasi mandiri.

Sebelumnya, Presiden Persija Jakarta Mohammad Prapanca telah diperiksa oleh polisi pada Rabu (28/4). Setelah diperiksa, dia mengatakan kerumunan yang terjadi di Bundaran HI pada Minggu (25/4) malam kemarin sebagai oknum dari Jakmania.

"Ya menurut keterangan suporter itu oknumnya The Jakmania," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/4).

Dia menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan untuk para Jakmania melakukan konvoi dan berkerumun seperti yang telah terjadi di Bundaran HI. Imbauan itu pun, disebut Prapanca, telah disampaikan kepada seluruh pengurus Jakmania.

"Kita kan waktu itu sudah pasang hastag sesuai penyelenggara dari Kemenpora bahwa dijalankan tanpa kerumunan, tanpa nonton bareng. Terus ada beberapa oknum suporter yang tetap nekat spontanitas melihat klubnya juara ya. Tapi tentunya itu kan sudah jauh-jauh hari sudah kita kasih tahu tidak perlu ada sebenarnya," paparnya.

Lebih lanjut Prapanca mengatakan pihaknya akan bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang tengah berlangsung. Dia juga mengaku akan melakukan evaluasi internal setelah kerumunan terjadi di HI.

"Nanti ya sekarang kan kita nikmati euforia kemenangan Persija dulu lah sampai Lebaran. Mungkin nanti setelah Lebaran kita baru rekonsiliasi lagi," jelasnya.

(ygs/mea)