Eks Pejabat DKI Blessmiyanda Melawan Tuduhan Pelecehan Seksual!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 15:12 WIB
Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Provinsi DKI Jakarta, Blessmiyanda.
Blessmiyanda. (Foto: Dok. BPPJB DKI)
Jakarta -

Eks Kepala BPPBJ DKI Blessmiyanda membantah dirinya dipecat lantaran melakukan pelecehan seksual. Blessmiyanda merasa tuduhan pelecehan seksual itu tidak sesuai dengan pemeriksaan inspektorat.

Hal itu diungkap melalui kuasa hukum Blessmiyanda, Suriaman Pandjaitan. Suriaman membeberkan duduk perkaranya.

"Pemberitaan mengenai Blessmiyanda terbukti melakukan pelecehan seksual dan dipecat dari jabatannya sebagai Kepala BPPBJ DKI menjadi begitu liar sejak kemarin, Rabu 29 April 2021. Apa yang diberitakan tidak sesuai dengan pemeriksaan inspektorat maupun tim Ad Hoc yang dipimpin Sekda DKI terhadap Blessmiyanda, klien saya," ujar Suriaman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Suriaman menuturkan, laporan dugaan pelecehan seksual itu awalnya dilakukan oleh korban berinisial IGM yang merupakan ASN di BPPBJ DKI Jakarta. IGM melapor ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Atas laporan tersebut, lanjut Suriaman, Blessmyanda diperiksa inspektorat pada 22 Maret 2021. Selama dua minggu, Blessmiyanda juga diperiksa oleh tim Ad Hoc, sebelum akhirnya Anies memberi sanksi disiplin tingkat berat.

"Pemeriksaan inspektorat maupun tim ad hoc sangat bertolak belakang dengan pemberitaan yang kemudian beredar. Dari berita acara pemeriksaan inspektorat dan tim ad hoc, sama sekali tidak ada pertanyaan yang mengarah kepada perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan klien saya terhadap IGM," tutur Suriaman.

"Artinya, laporan IGM sejak awal tidak jelas mengenai bagaimana bentuk pelecehan seksual yang dilakukan oleh Klien saya. Dari keterangan Klien saya, IGM juga mengajukan bukti berupa rekaman yang diambil secara ilegal," sambung dia.

Bukti rekaman yang dimaksud Suriaman yakni berisi percakapan antara IGM dengan Blessmiyanda. Suriaman juga menyebut dalam rekaman itu tampak sebagai bentuk keakraban.

"Dalam rekaman itu terdengar pula suara orang lain yang berarti IGM dan klien saya tidak hanya berdua di dalam ruangan tersebut. Bagaimana bisa dianggap sebagai pelecehan seksual?" jelas dia.

Suriaman juga menyebut korban IGM diduga menyebarkan berita bohong kepada LPSK dan sejumlah media.

"Hal itu terkait kesaksian IGM bahwa korban pelecehan seksual yang di ada lebih dari satu orang. Hal itu sama sekali tidak benar dan patut diduga sebagai berita bohong. Oleh karena itu, klien saya akan melaporkan pencemaran nama baik terhadap apa yang dilakukan IGM," sebut dia.

Suriaman menilai nama baik Blessmiyanda telah dirusak. Pihaknya membawa perkara ini ke ranah hukum.

"Nama baik klien saya telah dirusak. Karakternya telah dibunuh. Semua prestasi yang ia bangun selama beberapa dekade hancur karena fitnah. Ia berhak mengambil langkah ini. Membawa perkara ini ke ranah hukum pidana adalah hak klien saya sebagai warga negara Indonesia. Indonesia adalah negara hukum," katanya.

Simak juga 'Polisi Ungkap Mafia Karantina Bandara Soetta Pensiunan Dispar DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/tor)