LPSK Harap Blessmiyanda Tak Dapat Jabatan demi Cegah Pelecehan Terulang

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 11:39 WIB
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyambangi Polsek Ciracas
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Eks Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta Blessmiyanda terbukti bersalah melakukan pelecehan seksual. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berharap Blessmiyanda tidak hanya dicopot dari jabatannya.

LPSK awalnya menyatakan pihaknya menerima keputusan Inspektorat DKI Jakarta, meskipun putusan ini tak secara gamblang menyebutkan perbuatan asusila yang dilakukan oknum pejabat tersebut.

"LPSK menyambut baik putusan tersebut. Sekalipun putusan tersebut tidak disebutkan secara terang perbuatan asusila yang dilakukan yang bersangkutan, namun putusan tersebut menyatakan bahwa perbuatan merendahkan kehormatan negara pemerintah dan martabat pegawai negeri sipil," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu saat dihubungi, Kamis (29/4/2021).

LPSK meminta Pemprov DKI tidak menempatkan Blessmiyanda sebagai pejabat publik. Hal ini perlu dilakukan demi mencegah terulangnya tindakan asusila terhadap pegawai.

"LPSK berharap, selain ada mekanisme monitoring dari Pemprov DKI, yang bersangkutan sebaiknya tidak lagi menjabat jabatan publik yang dapat berpotensi berulangnya pelanggaran yang sama," ujarnya.

Dia menyarankan agar Pemprov DKI membangun whistleblowing system yang bisa dipertanggungjawabkan. Edwin meyakini sistem ini mampu mempermudah proses aduan.

"Pemprov DKI sebaiknya membangun whistleblowing system yang akuntabel agar pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di lingkungan Pemprov DKI dapat ditindaklanjuti segera oleh atasan yang berwenang," ujarnya.

"Semoga putusan ini dapat menjadi peringatan kepada pegawai lainnya agar tidak melakukan pelanggaran yang sama," sambungnya.

Lantas apakah korban akan mempolisikan Blessmiyanda? Hingga saat ini, LPSK menyatakan belum ada niat korban membuat laporan kepolisian. Kendati demikian, korban mengapresiasi tindakan LPSK yang terus mengawal kasus ini.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada korban. Biar korban yang tentukan mana yang baik menurutnya, khususnya demi kondisi psikis korban agar dapat menjalani kehidupan wajarnya," jelasnya.

"Korban menyampaikan terima kasih kepada LPSK yang telah mendukung korban dan mengawal penuntasan persoalan ini," sambungnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membeberkan hasil pemeriksaan Inspektorat DKI Jakarta terhadap Pejabat DKI, Blessmiyanda, yang terjerat kasus pelecehan seksual. Hasil pemeriksaan menyatakan Blessmiyanda terbukti bersalah dan melakukan perbuatan merendahkan martabat pegawai negeri sipil (PNS).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, baik oleh Inspektur Provinsi maupun tim ad hoc yang diketuai Pak Sekda, maka terhadap pegawai negeri sipil atas nama Blessmiyanda terbukti melakukan perbuatan yang merendahkan martabat pegawai negeri sipil," kata Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Sigit Wijatmoko dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4).

Tonton juga Video: Pernyataan Mahfud soal Restorative Justice Kasus Perkosaan Tuai Kritik

[Gambas:Video 20detik]