Menteri KKP Minta Milenial Kreatif Kembangkan Pakan Ikan Berkualitas

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 15:06 WIB
KKP
Foto: KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak para pembudi daya milenial senantiasa berpikir kreatif dan berinovasi. Milenial diharapkan tidak hanya andal dalam mengelola tambak, tetapi mampu menghasilkan produk lain yang mendorong pengembangan budi daya perikanan di Indonesia.

Trenggono mengatakan salah satu hal yang dapat dikembangkan oleh pembudidaya milenial adalah pakan mandiri yang berkualitas. Sebab selama ini pembudi daya kerap dihadapi persoalan bahan baku pakan yang masih bergantung pada impor.

"Kalian ini adalah masa depan bangsa. Perlu kita ketahui bahwa masa depan Indonesia juga ada di laut, tanpa laut kita tidak bisa hidup. Pesan saya, kalian semua harus belajar dengan serius, memikirkan bagaimana secara ekonomi tambak milenial ini bisa meningkat," ujar Trenggono dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

Hal ini ia sampaikan saat menemui anak-anak milenial lulusan perguruan tinggi sejumlah kampus terkemuka yang sedang menjalani pendidikan sebagai teknisi tambak milenial di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Lebih lanjut Trenggono mengatakan dirinya percaya milenial memiliki kreativitas yang tinggi, sehingga mereka dapat berkontribusi melalui riset-riset ilmiah untuk menghadirkan pakan alternatif. Menurutnya, pakan alternatif ini nantinya bisa membantu para pembudi daya dalam memenuhi kebutuhan pakan.

Trenggono mengungkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun meluncurkan program tambak udang milenial (millenial shrimp farming) dalam rangka mendorong milenial terjun di bidang budi daya. Adapun BBPBAP Jepara merupakan UPT KKP yang mengimplementasikan program ini dengan membangun tambak udang milenial percontohan.

Ia menjabarkan terdapat 29 unit kolam berdiameter 20 meter di area balai tersebut. Diketahui, tambak-tambak ini sudah berhasil mencapai tahap panen dengan panen parsial pertama di awal bulan April ini. Trenggono mengungkap hasil dari panen tersebut mencapai 4 ton udang vaname.

Sementara itu, Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo memaparkan sejumlah inovasi yang telah dilakukan di tambak milenial Jepara salah satunya kolam tambak milenial yang didesain dengan sistem otomatis. Adapun sistem otomatis ini terdiri dari pemberian dengan sistem automatic feeder, alat kincir yang bisa dikontrol dari jauh, dan pemantauan kualitas air yang menggunakan alat sehingga bisa dikontrol dari jauh, serta pengamatan kolam menggunakan CCTV.

Ia pun menyebutkan komoditas yang tengah dikembangkan BBPBAP Jepara saat ini antara lain udang vaname, udang windu, udang merguensis, udang indicus, ikan bandeng, ikan nila salin, kepiting/rajungan, serta rumput laut.

Salah satu milenial yang bertugas di tambak milenial Jepara, Fajar menjelaskan sehari-hari ia dan rekan-rekan milenial lain melakukan pengecekan dan manajemen kualitas air, manajemen kesehatan ikan, dan manajemen pemberian pakan.

"Melalui kegiatan di tambak milenial Jepara ini menambah bekal ilmu dan pengalaman dari segi manajemen budi daya udang dari hulu hingga hilir, sehingga kami nantinya bisa menjadi pengusaha udang," kata Fajar.

Sebagai informasi, dalam kunjungan kerja ini Trenggono menyerahkan dan melepas secara simbolis bantuan pemerintah tahun 2021 kepada para pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan berupa sarana bioflok ikan lele, klaster ikan bandeng, sarana Unit Pembenihan Rakyat (UPR) nila salin, benih ikan/udang, rumput laut serta pakan mandiri.

Tak hanya itu, Trenggono juga menyerahkan bantuan 1.000 paket sembako Ramadhan untuk nelayan Jepara didampingi oleh Bupati Jepara, dan para jajaran unit Eselon I.

(ncm/ega)