Sepak Terjang Amien Rais: Dari PAN hingga Partai Ummat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 14:19 WIB
Deklarasi Partai Ummat dipimpin Amien Rais
Amien Rais (Screenshot YouTube Amien Rais official)
Jakarta -

Amien Rais akhirnya mendeklarasikan Partai Ummat yang dia dirikan. Deklarasi ini menandai perjalanan panjang karier politik politikus gaek ini.

Karier politik Amien Rais berawal pada Mei 1998. Saat itu, Amien Rais bersama 50 tokoh cendekiawan dan budayawan mendirikan Majelis Amanat Rakyat (MARA). Amien saat itu didapuk selaku juru bicara. Dia mengambil panggung membacakan tuntutan agar Presiden Soeharto mundur dari jabatannya agar proses reformasi bisa berjalan.

Setelah Soeharto mundur pada 21 Mei 1998, Amien mendesak presiden baru BJ Habibie menyatakan diri sebagai pemerintahan transisional. Dia pun menuntut pemilu dipercepat. Tak lama setelah permintaan itu, Amien menyatakan ambisi politiknya dengan siap dicalonkan sebagai presiden keempat.

Dalam buku 'Amien Rais, dari Yogya ke Bina Graha' diceritakan sejumlah pendiri MARA, seperti Ulil Absar Abdallah, menyokong Amien jadi presiden dalam pemilu selanjutnya. Menurut Ulil, Amien punya sumber daya dan dukungan yang sangat kuat. Amien mengaku saat itu mengambil sikap netral.

MARA kemudian bertransformasi jadi partai politik pada Agustus 1998. Partai ini kemudian diberi nama Partai Amanat Nasional (PAN). Tercatat beberapa nama sebagai pendirinya seperti Abdillah Toha, Goenawan Mohamad, Hatta Rajasa, Albert Hasibuan, dan Toety Heraty.

Para pendirinya itu menyatakan PAN adalah sebuah partai terbuka. Meski kemudian kerap disebut partainya orang Muhammadiyah karena tak lepas dari sosok Amien Rais ketua umum pertama yang juga merangkap ketua umum ormas Muhammadiyah.

Akhir 1998, partai berlambang matahari ini resmi mengumumkan pencalonan ketuanya sebagai calon presiden sesuai rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN pertama yang digelar di Bandung, 16-18 Desember 1998.

Pada wartawan, Amien menyatakan jika terpilih, dia akan mengembangkan demokrasi tanpa embel-embel. "Demokrasi dikasih embel-embel maka akan rusak. Demokrasi terpimpin rusak, demokrasi Pancasila rusak. Demokrasi yang kita kembangkan adalah demokrasi yang bersifat universal."

Namun rupanya hasil Pemilu 1999 menempatkan PAN 'hanya' mendapatkan 34 kursi di DPR. Meski demikian, Amien mampu bermanuver menggalang partai Islam membentuk sebuah koalisi dengan nama Poros Tengah. Aliansi ini menggagalkan upaya partai pemenang Pemilu, PDIP, memajukan ketua umumnya, Megawati Sukarnoputri, sebagai presiden.

Amien justru mendekati Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menceritakan kisah Amien Rais mengajaknya ke kediaman Gus Dur di Ciganjur. Saat itu, kepada Gus Dur, Amien mengatakan Indonesia butuh pemimpin yang bisa jadi penengah. Dan tokoh itu adalah Gus Dur.

Amien menyangka Gus Dur akan menolak permintaan tersebut, lalu menyerahkan posisi calon presiden kepadanya.

Simak video 'Amien Rais Deklarasi Partai Ummat, Menantu Jabat Ketum':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2