Viral Tarif Parkir di Pasar Sentral Makassar Rp 20.000 Tanpa Karcis!

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 13:43 WIB
Makasssar -

Viral di media sosial (medsos) tarif parkir di Pasar Sentral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rp 20.000 untuk mobil. Tarif parkir itu dipatok oleh juru parkir tanpa adanya karcis.

Dalam video yang viral, tampak seorang juru parkir meminta biaya parkir senilai Rp 20 ribu kepada seorang pengendara mobil. Karena merasa keberatan, pemobil lantas meminta sang juru parkir tersebut menunjukkan karcis parkir.

Bukannya menunjukkan karcis parkir, juru parkir tersebut malah menurunkan biaya parkir menjadi Rp 15 ribu. Namun karena terus diminta menunjukkan karcis, juru parkir berpakaian hitam-hitam tersebut memilih pergi.

"Ededede (aduh) parkirnya di Sentral Rp 20 ribu per mobil tanpa karcis," ujar perekam video.

Terkait video viral tersebut, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto menyebut aksi juru parkir dalam video sebagai bagian dari premanisme.

"Ya tidak boleh premanisme mendominasi ini kota," kata Danny saat ditemui wartawan, Kamis (29/4/2021).

Danny menegaskan hal tersebut tidak boleh terus-menerus dibiarkan tanpa pengawasan atau tindakan dari pihak terkait. Dia meminta juru parkir liar di Makassar ditertibkan tanpa sisa.

"Di Pantai Losari dulu begitu juga (marak parkir liar). Harus (sesuai tarif parkir). Ini harus kan, kenapa diam-diam ji Direktur Parkir kenapa dia diam-diam, urusannya itu, Direktur Pasar (juga)," jelas Danny.

"Kalau diam-diam itu bisa diartikan anu loh sama orang. Harus (ditertibkan), ini kan bukan kejadian satu hari," sambung Danny.

Danny pun mengakui bahwa ada sejumlah catatan semrawut di Kota Makassar yang mesti diperbaiki. Dia menilai hal itu terbukti dengan maraknya keluhan masyarakat.

"Ini semua, mulai dari pensiun tidak diurus di PDAM, mulai dari parkir ini, berarti kan mendesak untuk resetting, terus perubahan. Rusak semua, bagaimana caranya orang mengeluh, saya itu kan ujung-ujungnya keluhan masyarakat. Kalau masyarakat sudah seperti ini berarti sudah kronis," katanya.

(hmw/nvl)