Danny Akan Nonaktifkan 5.000 RT/RW di Makassar Usai Lebaran

Ibnu Munsir - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 13:24 WIB
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Ibnu Munsir/detikcom).
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto akan merealisasikan rencananya menonaktifkan 5.000 RT/RW se-Kota Makassar seusai Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur penonaktifan RT/RW sudah jadi.

"(Penonaktifan) RT/RW, sebentar pukul 14.00 Wita (rapat bahas Perwali), saya lagi mengoreksi, lagi diskusi. Sudah jadi Perwali-nya," ujar Danny kepada wartawan di Makassar, Kamis (29/4/2021).

Danny masih akan membahas beberapa poin dalam Perwali bersama tim penyusun. "Saya belum terlalu srek dengan beberapa istilah, nanti saya panggil (tim penyusun Perwali)," katanya.

Jika Perwali tersebut sudah matang dan telah diteken, Danny menegaskan akan menonaktifkan RT/RW di Makassar usai Lebaran nanti. Danny sebelumnya sempat berpikir akan menonaktifkan 5.000 RT/RW sebelum Lebaran, namun batal dilakukan karena beberapa pertimbangan.

"Kalau sudah oke (Perwali disepakati) ini abis Lebaran, atau sebelum Lebaran (diganti semua RT/RW), tapi kasihan juga orang mau Lebaran (diganti)," jelasnya.

"Kalau secara kemanusiaan sih bagusnya sudah Lebaran. Begitu saya tanda tangan Perwali baru, kan bergeser sendiri dia (RT/RW)," lanjutnya.

Wacana penonaktifan 5.000 RT/RW ini mencuat setelah Danny menilai banyak RT/RW tidak menjalankan program Makassar Recovery untuk penanganan COVID-19.

"Jadi bukan penonaktifan, tapi resetting, di-hold dulu semua, dimatikan dulu semua, baru evaluasi, mereka juga akan dievaluasi, baru kita angkat dengan perjanjian visi-misi baru tentang banyak perubahan RT/RW yang harus dia lakukan," kata Danny kepada wartawan, Kamis (8/4).

Agenda resetting ini, kata Danny, harus dilakukan mengingat pihaknya tengah menjalankan program Makassar Recovery untuk mengatasi masalah pandemi COVID-19, perpajakan digital berbasis kelurahan. Namun Danny menyebut ada beberapa pengurus RT/RW yang dianggapnya hendak menyabotase program ini.

"Supaya jangan ada politik, supaya yang kena virus pandemi kita vaksinasi, kita vaksinasi yang kena virus pato-toai (mengejek). Ada orang yang mau menyabotase Makassar Recovery. Tidak semua memang. Mumpung ada sebab itu, kita resetting barang-barang ini," terangnya.

(nvl/idh)