Pemerintah Perlu Ganti Status KKB Jadi Kelompok Teroris!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 05:59 WIB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua
Ilustrasi KKB Papua (Foto: Mindra Purnomo)

Pemerintah saat ini sedang mengkaji sebutan teroris untuk KKB Papua. Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut tindakan KKB bisa dikategorikan kegiatan terorisme.

"Persoalan julukan kita lagi kaji ya, lagi kaji dengan saksama. Nanti ditunggu saja seperti apa nantinya," kata Moeldoko dalam acara Festival HAM 2021, yang digelar virtual, Rabu (28/4).

"Intinya di situ adalah bagaimana meletakkan antara ketegasan dan penghormatan terhadap HAM. Kita tidak boleh apa itu mengabaikan tentang itu, satu sisi diperlukan tindakan-tindakan yang sangat tegas karena ini berkaitan dengan rasa takut yang berlebihan bagi masyarakat dan rasa aman yang sudah mulai diragukan di sana. Buktinya ada pembunuhan guru, pembunuhan masyarakat asli, pembakaran sekolah, dan lain-lain," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur setelah terlibat kontak tembak dengan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. BIN kini melabeli KKB menjadi kelompok separatis dan teroris (KST) Papua.

"Kontak tembak tersebut terjadi akibat kelompok separatis dan teroris (KST) Papua melakukan penghadangan dan penyerangan terhadap rombongan Kabinda," ujar Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto dalam keterangannya, Senin (26/4).

Brigjen Putu gugur setelah ditembak di bagian kepala. Saat itu, sekitar pukul 15.50 WIT, Brigjen Putu beserta Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri yang tengah dalam perjalanan menuju Desa Dambet tiba-tiba dihadang oleh kelompok KKB. Saat itulah aksi baku tembak pun terjadi di sekitar gereja Desa Dambet, Beoga, Puncak.


(lir/jbr)