Polri: Istri Tanda Tangan Surat Penangkapan Munarman

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 19:02 WIB
Jakarta -

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap eks Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI) Munarman kemarin sore. Polri menegaskan surat perintah penangkapan terhadap Munarman sudah dikeluarkan kemarin.

"Kemudian pada tanggal 27 April 2021 kemarin, dikeluarkan surat perintah penangkapan, dan telah dilakukan penangkapan kemarin kepada Saudara M di rumah yang bersangkutan di Perumahan Bukit Modern, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (28/4/2021).

Ramadhan menyebut istri Munarman mengetahui surat perintah penangkapan itu. Dia menambahkan, istri Munarman juga menandatangani surat itu.

"Dan surat perintah penangkapan dan pemberitahuan penangkapan juga disampaikan kepada keluarga. Dalam hal ini adalah istri Saudara M. Jadi disampaikan dan diterima serta ditandatangani. Artinya, penangkapan Saudara M diketahui pihak keluarga, dalam hal ini istri yang bersangkutan," jelasnya.

Sementara itu, Ramadhan mengakui penetapan tersangka terhadap Munarman sudah dilakukan sejak 20 April 2021. Dia memastikan Munarman belum ditahan saat ini.

"Untuk penetapan tersangka tanggal 20 April 2021. Kemudian surat perintah penangkapan tanggal 27. Terkait dengan surat perintah penahanan, kami tegaskan penyidik Densus belum mengeluarkan surat perintah penahanan. Karena yang bersangkutan masih dalam proses penangkapan," tutur Ramadhan.

Sebelumnya diberitakan, mantan Sekum FPI Munarman matanya ditutup dengan kain hitam dan tangannya diborgol saat dibawa polisi ke Polda Metro Jaya tadi malam. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan memberikan penjelasan.

"Ada dua hal yang perlu saya jelasin. Pertama, Munarman waktu ditangkap statusnya sebagai tersangka. Kedua, matanya ditutup, itu standar penangkapan terhadap tersangka teroris yang ditangkap," ujar Ramadhan saat dihubungi detikcom, Rabu (28/4).

"Dengan pertimbangan kejahatan teror adalah kejahatan terorganisir yang jaringannya luas. Penangkapan satu jaringan akan membuka jaringan-jaringan yang lainnya," sambungnya.

Pihak pengacara pun mengaku belum dapat menemui Munarman setelah ditangkap.

"Infonya, tim kita di sana sudah infokan kalau belum bisa ditemui," kata pengacara Munarman, Aziz Yanuar, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Rabu (28/4).

Menurut informasi dari timnya, Aziz menyebut Munarman belum menjalani pemeriksaan. Pihaknya juga masih berusaha memperoleh akses untuk bertemu dengan Munarman.

"Kabarnya belum ada pemeriksaan karena tidak ada penyidik di situ. Tadi untuk bertemu harus ada acc dari penyidik dan tim kita belum dapat akses untuk bertemu. Mudah-mudahan nanti penyidik akan memberikan karena itu merupakan hak dan dilindungi UU," ucap Aziz.

(jbr/jbr)