Manuver Sowan Mega Amankan Posisi Nadiem

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 17:13 WIB
Nadiem Makarim unggah foto bareng Megawati.
Momen Nadiem Makarim saat sowan ke Megawati Soekarnoputri (Foto: dok. akun IG nadiemmakarim)
Jakarta -

Nadiem Makarim resmi dilantik menjadi Mendikbud-Ristek oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan amannya posisi Nadiem ini imbas dari pertemuan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Nah, kita terkejut tentunya pada saat Nadiem Makarim, yang seorang profesional, melakukan langkah politik bertemu Megawati Soekarnoputri. Memang akhirnya berimbas posisi aman sebagai Mendikbud-Ristek," kata Hendri Satrio kepada wartawan, Rabu (28/4/2021).

Hendri mengatakan tanggung jawab Mendikbud-Ristek kini menjadi besar setelah dilebur. Dia berharap Nadiem dapat menjalankan tugas dengan baik dengan mengejar hal yang tertinggal.

"Kemendikbud-Ristek sendiri ini merupakan kementerian superbody, yang harus menangani empat hal penting untuk Indonesia dalam sebuah kementerian. Mudah-mudahan Mas Nadiem bisa segera menjalankan tugasnya dengan baik, berusaha membuat yang terbaik dan segera mengejar ketertinggalan yang selama ini hadir di kementerian yang dia pimpin. Jadi selama memimpin Kemendikbud tidak ada terobosan berarti yang dia lakukan," ujarnya.

"Jadi, Mas Nadiem, please surprise us, tolong kecilkan segala kontroversi. Buktikan bahwa memang Anda mampu di tengah kritikan pedas yang tentu saja melabel Anda tidak mampu," lanjut Hendri.

Selain Mendikbud-Ristek, Jokowi juga melantik Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. Hendri berharap Bahlil dapat membuat gebrakan baru terkait keuangan Indonesia.

"Mas Bahlil juga merupakan orang dekat Pak Jokowi, tentunya juga kita tunggu gebrakan-gebrakan yang bisa membuat negara ini kembali kaya dan punya uang sehingga Menkeu (Menteri Keuangan) tidak perlu meminta warga untuk belanja baju Lebaran demi pergerakan perekonomian. Semoga saja dua kementerian ini bisa memenuhi ekspektasi Pak Presiden, ekspektasi publik dan cita-cita Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Hendri juga berharap kehadiran BRIN dapat membuat perkembangan teknologi Indonesia bergerak cepat. Serta mampu berkoordinasi dengan Mendikbud-Ristek.

"Khusus BRIN tentunya menjadi hal yang menjadi tolak ukur dari pelantikan atau peresmian lembaga hari ini, karena dengan kehadiran BRIN saat ini diharapkan Indonesia bisa tinggal landas dan bisa berkoordinasi baik dengan Mendikbud-Ristek," ujarnya.

(eva/jbr)