TP PKK Pusat Terima Bantuan 3.500 Paket Sembako dari Swasta

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 16:12 WIB
Kemendagri
Foto: Dok. Kemendagri
Jakarta -

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian menerima bantuan dari pihak swasta di antaranya Protelindo, Gimni, dan Astra Daihatsu. Bantuan itu berupa 3.500 paket sembako, 3.500 liter minyak goreng dan 571 susu serta biskuit bagi ibu hamil.

Tri mengungkapkan bantuan tersebut bakal diserahkan kepada pengguna Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yakni ibu hamil, bayi di bawah lima tahun (balita) dan orang lanjut usia (lansia) yang dilaksanakan pada Hari Posyandu Nasional 29 April.

Dia menuturkan penyaluran bantuan ini dilakukan dengan dua cara, yakni secara cuma-cuma dan melalui pasar murah. Selain untuk pelaksanaan pasar murah, bantuan ini juga akan disalurkan kepada para korban banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Bantuan yang diserahkan, yakni berupa susu bagi ibu hamil dan makanan tambahan untuk balita. Bantuan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menurunkan angka stunting yang memudahkan akses terhadap makanan bergizi dan sehat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4/2021).

"Mudah-mudahan kerja sama kami ini bisa berguna, tidak hanya hari ini, tetapi bisa berlanjut untuk jangka yang lebih panjang dan lebih luas secara nasional," imbuhnya saat penyerahan bantuan yang disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Pembina TP-PKK, di Kantor Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menilai penyerahan bantuan ini memberikan nilai tersendiri. Pertama, dengan bantuan ini gerakan PKK dapat berjalan sesuai harapan Presiden, yakni mengintensifkan kegiatannya dalam pemberdayaan keluarga seperti layanan Posyandu termasuk penanganan stunting. Di samping itu, TP-PKK ini memiliki jaringan yang baik dari pusat sampai ke daerah, sehingga dapat memudahkan penyaluran bantuan.

Kedua, dia mengaku tergugah karena pemberian bantuan oleh pihak swasta dilakukan di tengah pandemi. Pasalnya, di tengah pandemi seperti sekarang ini banyak keluarga yang mengalami kesulitan.

"Ini perlu adanya kegotongroyongan yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia," jelasnya.

Oleh karena itu, Tito berharap pihak swasta lainnya dapat juga membantu masyarakat, baik yang tertimpa bencana maupun sedang mengalami kesulitan termasuk akibat pandemi. "Ini harus dibantu oleh yang mampu semampu mungkin," pungkasnya.

(akn/ega)