Round-Up

Terkuak di Selatan Jakarta Jadi Klaster Corona Perkantoran Terbanyak

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 07:57 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Klaster COVID perkantoran jadi sorotan belakangan ini. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta mengungkap adanya lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) lebih dari dua kali lipat.

Puluhan perusahaan di DKI Jakarta dijatuhi sanksi lantaran melanggar protokol kesehatan (prokes). Kantor yang melanggar protokol kesehatan COVID-19 terbanyak ada di Jakarta Selatan (Jaksel).

"Perusahaan yang ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 21 perusahaan," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Andri Yansyah dalam keterangannya, Selasa (27/4/2021).

Dijabarkan oleh Disnaker DKI Jakarta, total ada 2.128 kantor yang ditutup sementara. Sebanyak 2.107 kantor ditutup karena ada kasus COVID-19, sedangkan 21 kantor ditutup karena melanggar prokes.

Sebanyak 21 kantor yang melanggar prokes terdiri atas 2 di Jakarta Pusat, 3 di Jakarta Utara, 4 di Jakarta Timur, dan 12 di Jakarta Selatan. Sementara itu, kantor yang ditutup karena kasus COVID juga terbanyak ada di Jakarta Selatan, yakni 820 perusahaan, sebanyak 650 di Jakarta Pusat, 270 di Jakarta Barat, 200 di Jakarta Utara, dan 167 kantor di Jakarta Timur.

Ribuan kantor yang tutup sementara karena klaster COVID dan pelanggaran prokes itu dihimpun dari laporan 11 Januari sampai 23 April 2021. Disebutkan juga sanksi itu dilakukan selama penerapan PPKM.

Dibanding masa PSBB transisi, sanksi selama PPKM meningkat. Pada masa PSBB transisi DKI, yakni data per 12 Oktober sampai 8 Januari 2021, sebanyak 1.080 kantor ditutup sementara. Sebanyak 1.067 kantor ditutup karena kasus COVID-19 dan 13 perusahaan ditutup akibat melanggar prokes COVID-19.

Mengenai hal ini, Satgas COVID-19 mengakui klaster perkantoran di DKI Jakarta meningkat dalam 2 minggu terakhir. Satgas COVID-19 kembali mengingatkan agar kantor mengikuti aturan kapasitas 50 persen.

"Berdasarkan data yang dirilis Pemprov DKI bahwa diakui adanya peningkatan klaster perkantoran dalam dua pekan terakhir. Pada 5 sampai 11 April 2021 ini terdapat 157 kasus positif COVID-19 di 78 perkantoran. Sementara pada 12 sampai 18 April 2021, jumlah positif COVID-19 meningkat menjadi 425 kasus dari 177 perkantoran," kata juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Simak Video: Klaster Perkantoran Naik, Satgas Imbau Penutupan Sementara

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2