Waduh! 2 WN India Juga Masuk Indonesia Pakai Jasa Mafia Karantina

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 16:43 WIB
Jakarta -

Kasus praktik mafia karantina yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) terus diusut polisi. Polisi mengungkap informasi dua warga negara India yang masuk Indonesia juga memanfaatkan jasa mafia karantina, yaitu masuk Negara kita tanpa menjalani protokol kesehatan.

"Sepertinya mulai berkembang lagi dan tim penyidik juga sedang melakukan pengejaran ada dua lagi warga negara India yang sudah lolos juga. Tetapi ini orang yang berbeda, ini masih kita dalami lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Yusri belum memerinci kapan WN India tersebut bisa lolos masuk ke Indonesia tanpa melewati protokol kesehatan. Namun dia menyebut dua WN India bisa lolos lewat Bandara Soetta dengan modus yang sama seperti WNI yang menyogok pihak tertentu.

Yusri pun menambahkan, pelaku yang berperan mafia karantina di Bandara Soetta tersebut merupakan kelompok berbeda dengan pelaku S dan RW yang jasanya digunakan oleh WNI yang pulang dari India.

"Kita akan susuri semuanya, nantinya karena pengakuan warga negara asing yang sudah kita amankan ini dua orang ini modus dengan hampir sama tapi dengan orang yang berbeda. Makanya masih kami dalami," sebut Yusri.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah membongkar praktik mafia karantina yang meloloskan WNI dari India berinisial JD masuk kembali ke Indonesia tanpa melalui protokol kesehatan berupa karantina 14 hari. Selain mengamankan JD, polisi mengamankan S dan RW yang berperan meloloskan JD ke Indonesia.

Kepada polisi, JD mengaku membayar S sebesar Rp 6,5 juta. S dan RW pun mengaku sebagai pegawai Bandara Soetta dalam melakukan aksinya.

Hasil penelusuran polisi ditemukan kartu pas Dinas Pariwisata DKI Jakarta pada S dan RW. Temuan tersebut kini tengah didalami oleh polisi.

"Dari pas bandara yang ada pada mereka disebutkan di pas bandara tersebut: Dinas Pariwisata DKI," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kombes Adi Ferdian Saputra saat dihubungi detikcom.

(ygs/tor)