Aparat TNI, Polri dan Pemda Lombok Barat Terapkan Vaksinasi Mobile

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 18:10 WIB
Vaksinasi lansia di Lombok Barat
Foto: dok. Polda NTB
Jakarta -

Batalyon Vaksinator TNI, Polri, dan Pemda Lombok Barat memaksimalkan percepatan vaksinasi lansia. Mereka menerapkan Vaksinasi Mobile dengan cara mendatangi langsung para lansia pada titik tertentu.

Kapolres Lombok Barat Polda NTB AKBP Bagus S. Wibowo mengatakan, sebelumnya Batalyon Vaksinator TNI, Polri, dan Pemda Lobar menerapkan sistem antar jemput. Upaya ini, katanya, termasuk dalam rangka menyukseskan Lomba Kampung Sehat 2 NTB.

Ia menerangkan langkah menerapkan Vaksinasi Mobile ini merupakan upaya percepatan dalam memberikan vaksin kepada lansia di Lombok Barat. Adapun hal ini sesuai dengan Program Lomba Kampung Sehat 2 yang diinisiasi oleh Kapolda NTB.

"Hari ini kita melaksanakan kegiatan vaksinasi secara mobile di Desa Mareje Timur, bersama Batalyon Vaksinator yang dibentuk oleh Kabupaten Lombok Barat, terdiri dari TNI, Polri, dan Pemda Lobar," ungkap Bagus dalam keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).

Diketahui, program vaksinasi ini dilaksanakan di Vihara Tendaun Girisena, Dusun Tendaun, Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat mulai pukul 10.00 WITA pagi ini.

Bagus menilai pelaksanaan vaksinasi hari ini menunjukkan bahwa pihak terkait, di antaranya TNI Polri bersama seluruh aparat pemerintah, berusaha keras untuk memaksimalkan kegiatan vaksinasi.

Vaksinasi lansia di Lombok BaratVaksinasi lansia di Lombok Barat Foto: dok. Polda NTB

"Memaksimalkan kegiatan vaksinasi di Kabupaten Lombok Barat, khususnya kepada lansia. Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat terutama para lansia untuk tidak ragu lagi untuk mengikuti kegiatan vaksinasi ini," harapnya.

Bagus pun menegaskan vaksinasi merupakan harapan terbesar bagi pihaknya agar masyarakat Kabupaten Lombok barat dapat terbebas dari COVID-19.

"Karena tidak ada yang lain menjadi harapan kami, yang menjadi pertimbangan kami, agar masyarakat kabupaten Lombok Barat, dapat terbebas dari serangan virus corona, yang saat ini masih melanda di tempat kita," ucap Bagus.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Lombok Barat, dr. Ahmad Taufiq Fatoni mengatakan Lombok Barat menargetkan vaksinasi kepada 3.560 orang lansia.

"Dari yang telah kita targetkan, hari ini kita sudah mencapai angka di atas 40%, dan harapan kami untuk lebih menggiatkan kegiatan ini dan mencari sasaran yang lebih tepat," ungkap Ahmad.

Ahmad menilai pelaksanaan vaksinasi secara Mobile ini lebih efektif yakni dengan melaksanakan kegiatan langsung turun ke desa. Adapun pihaknya bersama puskesmas disebut dapat mencari sasaran yang lebih banyak lagi.

Polda NTBPolda NTB Foto: Polda NTB

"Terima kasih kami ucapkan kepada Polres Lobar, dari teman-teman TNI dan seluruh perangkat Kecamatan dan Desa di Kabupaten Lombok Barat untuk mendorong sasaran lansia," katanya.

Lebih lanjut, Ahmad memaparkan proses vaksinasi ini melalui 4 tahap yang dimulai dari pendaftaran atau verifikasi, screening atau anamnase, pemberian vaksin, kemudian dilakukan observasi selama 30 menit.

"Untuk mengetahui gejala klinis yang muncul setelah pemberian vaksin," imbuhnya.

ia menyebutkan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi ini merupakan jenis Sinovac. Selain itu, ia pun mengungkap jumlah keseluruhan lansia yang terdaftar dalam pelaksanaan vaksinasi ini yakni sebanyak 53 orang.

"42 orang berhasil di vaksin sedangkan 11 orang ditunda, karena faktor kesehatan dan tetap dilakukan monitor untuk pelaksanaan vaksinasi berikutnya," terangnya.

Sebagai informasi, selain dilakukan vaksinasi, kegiatan ini juga disertai penyaluran bantuan kepada para lansia yang divaksin. Diketahui, para lansia tersebut mendapatkan bantuan beras masing-masing sebanyak 5 kg.

(prf/ega)