'Pak Ogah' di Perlintasan KA Tambora Ditusuk Teman, Pelaku Ditangkap

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 15:55 WIB
Polisi tangkap pelaku penusukan Pak Ogah di perlintasan rel KA
Polisi tangkap pelaku penusukan 'pak ogah' di perlintasan rel KA. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Seorang pria bernama Ardi Andi (60) tewas ditusuk temannya sendiri, AGS (40), di pinggir rel Bandengan Utara, Pekojan, Jakarta Barat. Pria yang bekerja sebagai 'Pak Ogah' di pintu rel kereta Bandengan Utara tega menusuk leher rekannya karena tidak terima atas bayaran yang tidak merata.

Penusukan ini terjadi pada Kamis (15/4/2021), pukul 11.15 WIB, di pinggir rel Bandengan Utara III, Tambora, Jakarta Barat. Mereka berdua merupakan rekan kerja sesama penjaga perlintasan rel kereta di Bandengan Utara.

"Di mana kejadian ini berawal dari kelompok yang terdiri dari empat orang yang memang sehari-harinya memiliki pekerjaan memberikan jasa menyeberangkan motor di rel kereta tersebut," ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo di Polres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (26/4).

Kegiatan menjaga rel kereta api tersebut dilakukan sekitar pukul 06.00 hingga 11.00 WIB. Ardi Andi merupakan koordinator di antara mereka berempat yang bertugas untuk membagikan hasil harian.

Namun, selama dua tahun menjalankan pekerjaannya, AGS mengaku selalu mendapatkan hasil yang tidak rata dibanding dengan rekannya yang lain.

"Rata-rata diberikan Rp 70 ribu. Tapi oleh korban diberikan kepada pelaku itu sejumlah Rp 60-65 ribu. Ada diskriminasi jumlah di sini dan ini selalu ditahan-tahan oleh pelaku selama 2 tahun," kata Ady.

Kemudian, kekesalan pelaku memuncak pada saat dirinya menanyakan alasan kenapa dia mendapatkan penghasilan lebih sedikit dibanding rekan lainnya. Namun Ardi Andi selaku korban menjawab dengan nada tinggi, 'Lo masalah sepele ini saja marah! Lo kalau ngitung duit tidak pernah bener!'.

Selanjutnya
Halaman
1 2