Pengacara Sandi Duga Walkot Depok Terlibat Korupsi Damkar

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 13:58 WIB
Petugas damkar Kota Depok, Sandi Junior Butar Butar (kanan) dan kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution (tengah) datang ke Polres Metro Depok. Foto: Sachril Agustin/detikcom
Foto: Petugas damkar Kota Depok, Sandi Junior Butar Butar (kanan) dan kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution (tengah) datang ke Polres Metro Depok. Foto: Sachril Agustin/detikcom
Depok -

Petugas Damkar Kota Depok, Sandi Junior Butar Butar dan kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution datang ke Polres Metro Depok untuk memberikan keterangan soal dugaan korupsi di institusinya. Razman Arif Nasution menduga Wali Kota Depok Mohammad Idris mengetahui adanya korupsi di Damkar Depok.

Pantauan detikcom, Sandi datang lebih dulu ke Polres Metro Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, sekitar pukul 12.30 WIB. Dia datang bersama petugas damkar lainnya, Fajar. Tak lama kemudian Razman Arif Nasution, juga tiba di Polres Metro Depok.

"Pertama, kedatangan kami ini dalam rangka memenuhi undangan dari penyidik Polres Depok. Di mana polisi ternyata sudah melihat bahwa kasus ini mendapat perhatian dari masyarakat," kata Razman.

Razman menambahkan Sandi datang ke Polres Metro Depok untuk memenuhi panggilan soal dugaan korupsi pengadaan alat-alat kerja di dinas damkar Depok. Dia berharap agar kasus ini bisa diselesaikan sampai tuntas.

"Nah itu sudah diproses dan kami diminta hari ini melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan penyidik. Insyaallah data-data dan dokumen yang kami miliki akan kami serahkan sepenuhnya kepada penyidik agar kasus ini bisa segera terang benderang," jelasnya.

Petugas Damkar Depok Sandi Bongkar Dugaan Korupsi di Dinas Damkar DepokFoto: Petugas Damkar Depok Sandi Bongkar Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok (dok.anggota Damkar Sandi)

Dia enggan merinci berkas apa saja yang dibawa untuk diberikan kepada penyidik. Razman hanya mengatakan pejabat di dinas damkar Depok diduga terlibat dalam korupsi pengadaan alat ini. Dia pun menyinggung bendahara dinas damkar Kota Depok.

"Yang diduga (korupsi) itu dilakukan oleh pejabat berwenang di dinas pemadam kebakaran. Namanya sudah ada, kemarin disebut, bahwa bendaharanya sudah ngaku (melakukan korupsi), ya. Inisialnya A. Dan nanti ke dalam akan kami beritahu. Nanti bagaimana perkembangan di dalam, kita akan lebih lanjut," kata Razman.

Selain itu, Razman menuding Wali Kota Depok, Idris, terlibat dalam korupsi. Menurutnya, Idris harus juga segera diperiksa.

"Dan intinya saya katakan bahwa harus diperiksa wali kota. Kenapa? Karena penanggung jawab anggaran, eksternal internal, wali kota. Kenapa saya katakan itu? Kita patut menduga dia (Idris) mengetahui (korupsi di Damkar Depok). Kita tidak menuduh, tapi sebagai pejabat publik, dia idealnya ngomong bukan sudah diserahkan ke inspektorat jenderal lembaga dalam negeri, bukan. Harusnya dia mengatakan, silahkan polisi, jaksa proses kepala dinas damkar, dan lain-lain," kata dia.

Sandi Junior Butar-butar, anggota Damkar Kota DepokSandi Junior Butar-butar, anggota Damkar Kota Depok Foto: Wahyudi (20detik)

"Karena kalau inspektorat jenderal, itu pengawasan internal. Kita tidak menuduh, kita menduga, apalagi wali kota itu adalah, berasal dari partai politik yang berslogan sangat anti kepada korupsi. Jadi intinya saya minta agar wali kota, bila perlu datang ke polres, datang ke kejaksaan, datang ke KPK, minta supaya diperiksa anak buahnya, dan dia sendiri, itu baru gentle. Bukan dilimpahkan kepada inspektorat jenderal (kementerian) dalam negeri, karena itu pengawasan internal," jelas Razman.

Sebelumnya, Mohammad Idris buka suara soal dugaan korupsi di tubuh Damkar Depok. Ia menyerahkan kasus ini ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Ya sudah diserahkan (kasus dugaan korupsi damkar Depok) ke irjen, tanya ke kementerian, nanti kita tunggu. Ini sudah bergulir. Kita tunggu dan kita kawal bahwa hasil dari pemeriksaan Irjen Kemendagri ini akan memberikan sesuatu hal yang clear dari semua masalah," kata Idris, di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kota Depok, Jawa Barat Selasa (20/4/2021).

Untuk diketahui, awal mula dugaan korupsi di internal Damkar Depok mencuat setelah Sandi membongkarnya di media sosial. Dugaan korupsi tersebut dibongkar dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok. Aksi itu kemudian viral.

Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'. Ada juga poster 'Pak Presiden Jokowi tolong usut tindak pidana korupsi Dinas Pemadaman Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar'.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dia dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sandi mengatakan ada dugaan pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Simak video 'Pengacara Minta Wali Kota Depok Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Damkar':

[Gambas:Video 20detik]



(sab/isa)