Kejari Telah Periksa 18 Orang Terkait Dugaan Korupsi Sepatu di Damkar Depok

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 14:44 WIB
Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu
Kasi Intel Kejari Depok Herlangga Wisnu (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok masih menelusuri dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok. Sebanyak 18 orang sudah dimintai keterangan.

"Tahapan masih puldata (pengumpulan data), pulbaket (pengumpulan keterangan). Masih tahapan berkaitan klarifikasi pemberian data dan keterangan dari pihak-pihak yang dirasa mengetahui permasalahan. (Total) ada 18 orang (yang sudah dimintai keterangan)," ujar Kasi Intel Kejari Depok Herlangga Wisnu di kantornya, Jumat (23/4/2021).

Herlangga menambahkan, hari ini ada tiga orang yang dipanggil Kejari Depok untuk dimintai keterangan. Namun dia enggan merinci siapa saja tiga orang yang dimintai keterangan hari ini.

"Yang pasti dari Damkar (tiga orang yang hari ini dimintai keterangan)," tambahnya.

Dari 18 orang yang sudah dimintai keterangan, Herlangga membenarkan kontraktor pengadaan sepatu PDL damkar depok pada 2018 sudah dimintai keterangan. Kadis Damkar Kota Depok Gandara, sambungnya, belum akan dipanggil.

Dia mengatakan Gandara akan dipanggil bila Kejari Depok membutuhkan kelengkapan data

"Setahu saya rekanan (kontraktor pengadaan sepatu Damkar pada 2018) sudah (dimintai keterangan). Kalau rekanan berarti orang yang menandatangani surat perjanjian kerja, begitu. Yang kita panggil adalah orang yang menandatangani surat perjanjian kerja atau kontrak itu," jelasnya.

Herlangga mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait dugaan korupsi pengadaan alat kelengkapan kerja serta pemotongan honor insentif pegawai Damkar Kota Depok.

"Yang dilaporkan adalah pengadaan sepatu 2017, 2018, 2019 serta pengadaan perlengkapan pada dinas pemadam kebakaran, serta pemotongan honor insentif. Nggak (tiga kasus diusut Kejari Depok), jangan berdasarkan item-nya, itu satu (laporan pengadaan sepatu dan perlengkapan kerja). Kalau pengadaan kan kelengkapan, berarti ada sepatu, seragam (satu set)," kata Herlangga.

Terpantau, tiga orang yang datang dimintai keterangan hari ini di Kejari Depok adalah Kabid Pengendalian, Operasional Dinas Damkar Kota Depok Welman Naipospos, Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Damkar Kota Depok Denny Romulo, dan seorang staf Damkar Depok Erwin.

Ketiganya belum mau ditanya awak media soal pemanggilan ini. Mereka berdalih masih diperiksa.

Untuk diketahui, awal mula dugaan korupsi di kalangan internal Damkar Depok mencuat setelah Sandi membongkarnya di media sosial. Dugaan korupsi tersebut dibongkar dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok. Aksi itu kemudian viral.

Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dia dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sandi mengatakan ada dugaan pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Dia mengaku menerima ancaman berupa desakan untuk mengundurkan diri hingga diberi surat peringatan (SP) oleh atasannya seusai aksinya itu. Dia juga mengaku dijutekin.

Kejaksaan Negeri Depok juga mulai menyelidiki dugaan korupsi pengadaan sepatu di Dinas Damkar Depok. Kejari menyebut telah mengumpulkan data dan informasi terkait dugaan korupsi sepatu damkar tersebut sejak Maret.

(sab/dwia)