Doa untuk Nanggala 402 beserta Tata Cara Sholat Ghaib

Rahma Indina Harbani - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 11:47 WIB
Kapal selam RI dikabarkan hilang kontak di perairan utara Bali. Kapal selam yang hilang itu adalah kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402. Seperti apa potretnya?
Doa untuk Nanggala 402 beserta Tata Cara Sholat Ghaib (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengimbau umat beragama memanjatkan doa untuk seluruh awak kapal Nanggala 402. Secara khusus Menag juga mengajak umat muslim Indonesia menggelar sholat ghaib.

"Mari kita lakukan sholat ghaib untuk mendoakan para pejuang bangsa. Semoga mereka mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT," kata Yaqut, kemarin.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melaporkan bahwa seluruh awak KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan Bali resmi dinyatakan gugur kemarin (25/4/2021). Seluruh awak kapal nantinya akan diberi kenaikan pangkat secara berjenjang.

Berikut ini tata cara sholat ghaib beserta doa untuk Nanggala 402 yang bisa dilakukan umat muslim Indonesia di rumah.

Sholat ghaib dilakukan saat hendak mendoakan jenazah yang lokasinya berbeda dengan kita dengan hukum fardu kifayah. Artinya sholat ini wajib dilakukan, tetapi jika sudah dilakukan oleh muslim lain, kewajiban kita gugur dan hukumnya menjadi sunah.

1. Niat Sholat Ghaib

Jika sholat ghaib ditujukan pada jenazah yang diketahui dengan jelas identitasnya, niatnya adalah:

أصلى على ميت (فلان) الغائب اربع تكبيرات فرض الكفاية لله تعالى

Bacaan latin: Ushalli ala mayyiti (sebutkan nama jenazah) ghoibi arba'a takbiratin fardho khifaayati lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat mayit atas mayit (.....) empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta'ala."

Apabila sholat gaib itu dilakukan tanpa mengenali identitas jenazahnya dengan tepat, sebagaimana yang sering dilaksanakan setelah salat Jumat, niatnya adalah:

أصلى على من صلى عليه اللإمام اربع تكبيرات فرض الكفاية مأموما لله تعالى

Artinya: "Saya niat sholat ghaib atas mayit yang disalati imam empat kali takbir fardu kifayah menjadi makmum karena Allah Ta'ala."

2. Berdiri Jika Mampu


Sholat ghaib dilakukan dengan berdiri. Jika tidak bisa, boleh dilakukan dengan duduk atau berbaring.

3. Takbir Pertama

Membaca surat Al-Fatihah setelah takbir pertama (takbiratul ihram) sebagai salah satu rukun salat.

4. Takbir Kedua

Setelah takbir kedua kemudian membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW. Sekurang-kurangnya salawat pendek seperti 'allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad'.

5. Takbir Ketiga

Setelah takbir ketiga, lalu mendoakan mayat dengan bacaan:

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

Bacaan latin: Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'afihi wa'fu anhu

Artinya: "Ya Allah ampunilah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia."

6. Takbir Keempat

Setelah takbir keempat kemudian membaca doa untuk keluarga yang ditinggalkan.

اللهم لاتحرمنا أجره ولاتفتنا بعده واغفرلنا وله

Bacaan latin: Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu waghfirlana walahu

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami dan jangan Engkau memberi fitnah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia."

7. Salam

Setelah selesai melakukan takbir keempat dan kemudian sudah membaca doa. Kemudian sama seperti sholat lainnya, dalam shalat ghaib juga diharuskan menutup sholat dengan melakukan salam dua kali, sambil menoleh kanan dan kiri.

8. Membaca doa untuk awak KRI Nanggala 402

Membacakan doa untuk jenazah, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW pada hadist berikut:

اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ باالْمَاءٍ وَالثَّلْجِ والْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ اْلجَنَّة وَأَعِدْهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskanlah kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau mebersihkan baju putih dari kotoran. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri yang lebih baik dari istrinya (atau suaminya) dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.

9. Takbir keempat

10. Membaca doa untuk keluarga awak KRI Nanggala 402 yang ditinggalkan

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِااْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فىِ قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِّـلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُفٌ الرَّحِيْمٌ

Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya.

11. Salam

Setelah itu, rangkaian dan tata cara sholat ghaib dapat ditutup dengan membaca doa sholat ghoib untuk keselamatan jenazah awak KRI Nanggala 402.

(erd/erd)