Tata Cara Sholat Ghaib untuk Korban Meninggal Karena Virus Corona

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 04:52 WIB
Sholat
Tata Cara Sholat Ghaib untuk Korban Meninggal Karena Virus Corona ( Foto: iStock)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia atau MUI menyarankan umat Islam melaksanakan sholat ghaib untuk korban meninggal dunia karena virus corona atau COVID-19. Hingga hari Senin (23/3/2020), infeksi virus corona telah mencapai 579 kasus dengan 30 berhasil sembuh dan 49 meninggal dunia.

"Shalat ghaib bisa dilaksanakan di rumah masing-masing, baik berjamaah maupun sendiri. Selain itu, umat Islam bisa membaca doa qunut nazilah di setiap shalat fardhu agar terhindar dari wabah dan berdoa agar wabah segera sirna," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI atau Majelis Ulama Indonesia Asrorun Ni'am Sholeh, dalam pesan pendek yang diterima detikcom.

Dikutip dari situs As-Sunnah Foundation of America, ulama sebetulnya beda pendapat terkait hukum sholat ghaib. Namun pelaksanaan sholat ghaib akhirnya dibolehkan dengan syarat:

1. Jenazah tersebut belum disholatkan

2. Jenazah tersebut memiliki jasa yang besar selama hidup terhadap agama atau aspek kehidupan lainnya.

Dalam hadits dikatakan, Nabi Muhammad SAW sempat melaksanakan sholat ghaib untuk Raja Negus yang menguasai wilayah Abyssinia. Negus kerap disebut An-Najashi, sementara Abyssinia kini dikenal sebagai Ethiopia.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَعَى لِلنَّاسِ النَّجَاشِيَ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ فَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

Artinya: Abu Huraira melaporkan,"Rasulullah SAW memberitakan kematian Negus pada kaum muslim. Rasulullah SAW kemudian membariskan mereka di tempat ibadah dan mengucapkan empat takbir." (HR Muslim).

Saat itu, Nabi Muhammad SAW berada di Madinah yang jauh dari Ethiopia. Semasa hidup, Raja An-Najashi membuka negaranya bagi kaum muslim yang saat itu menghadapi ancaman dari kaum musyrik. Selain punya jasa besar, An-Najashi kemungkinan meninggal tidak dikelilingi kaum mulim sehingga tak ada yang menyolatinya.

Tata cara sholat ghaib sama dengan sholat jenazah yaitu takbir empat kali tanpa ruku dan sujud. Bacaan sholat ghaib juga sama dengan sholat jenazah serta dilakukan sambil berdiri.

Tata cara sholat ghaib:

1. Niat Sholat Ghaib

Bila diketahui identitasnya bisa membaca,

أُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (اْلمَيِّتَةِ) اْلغَائبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ (إِمَامًا / مَأْمُوْمًا) لِلّهِ تَعَالى

Arab latin: Usholli alalmayyiti (tati-perempuan) alghooibi arba'a takbiroti fardhol kifayati (makmuman) lillahi ta'ala

Artinya: Aku niat sholat atas mayit (nama) empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta'ala.

Bila tidak diketahui identitasnya bisa membaca,

أُصَلِّى عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ اْلإِمَامِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالى

Arab latin: Usholli ala man sholla alaihi arba'a takbiroti fardhol kifayati (makmuman) lillahi ta'ala

Artinya: Aku sholat ghoib atas mayyit yang disholati imam empat kali takbir fardu kifayah makmum karena Allah Ta'ala

2. Takbir pertama dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah

Selanjutnya
Halaman
1 2