Round-Up

Makin Brutal KKB Tewaskan Kepala BIN Papua dalam Kontak Senjata

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 08:03 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)

Atas gugurnya Brigjen Putu, Komisi I DPR pun menyampaikan duka citanya. Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid bahkan mengaku kaget dengan berita gugurnya Kabinda Papua itu.

"Minggu ini merupakan minggu yang paling menyedihkan bagi Komisi 1 DPR RI setelah kemarin kami dikabarkan Kapal Selam Nanggala 402 tenggelam dan seluruh awaknya gugur di Laut Bali, hari ini salah seorang putra terbaik bangsa juga gugur diterjang peluru kelompok teroris dan separatis di Papua," sebut Meutya dalam keterangannya, Minggu (25/4/2021).

Meutya mengatakan pihaknya mendapat penjelasan dari BIN yang menyebut Brigjen TNI, I Gusti Putu Dani Nugraha Karya ke Kp. Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak (lokasi penembakan) dalam rangka mengamankan situasi di Distrik Beoga oleh Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri.

"Keikutsertaan beliau untuk melakukan observasi lapangan dan menentukan lokasi titik ambush Pasukan Pemulihan Keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai milik Benert Tinal (Kepala Suku Distrik Beoga) yang dibakar pada 17 April 2021," ujar Meutya.

Menurutnya Kabinda Papua yang dikenal telah lama berkecimpung di dunia intelijen. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Asintel Kodam Jaya dan Asintel Kopassus. Ia menyebut baret merah Kopassus yang disandang Kabinda Papua bukan sembarang orang bisa memperoleh predikat tersebut.

"Keinginannya untuk terjun langsung ke wilayah Kp. Dambet merupakan instinct akan masih adanya kelompok KKB di wilayah tersebut. Gugurnya Brigjen TNI I Gusti Putu Dani Karya merupakan kehilangan yang begitu besar bagi BIN, TNI, dan Kopassus," sebut Meutya.


(mae/maa)