Round Up

Kala Firli Rela Dicaci daripada Sembunyi di Kasus Suap Penyidik KPK

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 03:02 WIB
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri mengaku akan menuntaskan kasus suap penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju meski mencoreng citra KPK yang selama ini dikenal dengan integritasnya. Firli menyebut KPK akan selalu terbuka terhadap borok sendiri, walau dicaci daripada bersembunyi demi dipuji.

"Kami pastikan kepada seluruh rakyat Indonesia kami akan tuntaskan setuntas-tuntasnya," ucap Firli Bahuri.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers pada Sabtu, 24 April 2021. Dalam konferensi pers itu, Firli menyampaikan tentang penahanan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial yang diduga memberikan suap ke AKP Robin untuk kepentingan pengurusan perkara di KPK.

"Dan KPK akan selalu membuka, walaupun terkadang kalau terbuka itu bisa saja ada kritik, ada caci ada maki tapi kami siap untuk dikritik karena terbuka. Kami tidak akan pernah bersembunyi hanya untuk kepentingan dipuji," imbuh Firli.

Kasus bermula pada 20 April 2021 saat tim KPK menyambangi kediaman Syahrial di Tanjungbalai. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan kepentingan tim KPK itu berkaitan dengan pengumpulan bukti suatu kasus.

"Benar ada kegiatan tim KPK di sana dalam rangka pengumpulan bukti, di rumah dinas," kata Ali kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

Saat itu Ali enggan merinci kasus apa yang tengah ditangani itu. Barulah keesokan harinya, pada 21 April 2021, KPK memperjelas pengusutan perkara di Tanjungbalai itu.

"Benar, setelah menemukan dua bukti permulaan yang cukup maka saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai Tahun 2019," kata Ali.

Namun Ali tidak memberikan informasi siapa tersangka dalam perkara ini. Hal ini memang menjadi kebijakan baru KPK di era kepemimpinan Firli Bahuri bahwa nama tersangka suatu kasus tidak akan diumumkan dulu ke publik sebelum ditangkap atau ditahan.

"Saat ini, kronologi mengenai uraian dan para pihak yang telah KPK tetapkan sebagai tersangka belum dapat kami informasikan kepada masyarakat. Tim Penyidik KPK masih akan terus melakukan pengumpulan alat bukti untuk melengkapi berkas perkara," ujar Ali.

"KPK pastikan pada waktunya akan menyampaikan kepada masyarakat mengenai konstruksi perkara dan alat buktinya serta akan dijelaskan siapa pihak yang telah di tetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya," tambahnya.

Ternyata sebelum kasus itu diusut ke penyidikan, ada kongkalikong antara AKP Robin dengan Syahrizal. Bagaimana kisahnya?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3