Mahfud Bantah Pemerintah Lambat Tangani Teroris: 83 Orang Sudah Ditangkap

Kadek Melda Luxia - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 09:32 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md (dok. Kemenko Polhukam)
Menko Polhukam Mahfud Md (dok. Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan total ada 83 orang terduga teroris yang sudah ditangkap polisi. Dari total tersebut, 33 orang di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Per hari ini laporan yang saya terima dari Kapolri ada 83 orang sudah ditangkap, dan 33 diantaranya berasal dari Sulawesi Selatan," kata Mahfud saat mengunjungi Keuskupan Agung Makassar yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/4/2021).

Mahfud mengatakan penangkapan para terduga teroris dilakukan dengan kehati-hatian dan bukti yang cukup. Sebab, kata Mahfud, penangkapan harus sesuai dengan pedoman.

"Kita sudah punya pedoman standar. Jadi jangan dipikir kok pemerintah lambat, tidak lambat juga, ini 83 orang ditangkap cepat. Tetapi itu dilakukan dengan hati-hati, harus ada bukti yang cukup," ujarnya.

Sementara itu, Uskup Agung Makassar Yohanes Likuada menyatakan rasa hormatnya atas kerja keras pemerintah dalam upaya menguatkan kerukunan antar-umat beragama di Indonesia. Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah.

"Atas nama umat Katolik seluruh Keuskupan Agung Makassar, saya dari relung hati paling dalam mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menko atas kunjungan beliau yang merupakan dukungan dari pemerintah untuk masyarakat, dan termasuk di dalamnya tentu saja umat Katolik Keuskupan Agung Makassar ini," ujar Yohanes.

Yohanes yakin pemerintah bersungguh-sungguh dalam memberantas terorisme. Sebagai tokoh agama, Yohanes akan menjaga kebersamaan umat agar tidak terprovokasi.

"Kita percaya pemerintah sungguh-sungguh. Kami para pemuka agama memiliki tugas membangkitkan kesadaran masyarakat agar tidak terprovokasi," tuturnya

"Kami dari umat Katolik akan terus berupaya menjaga kebersamaan dan semakin mempererat persaudaraan di antara kita di bawah Pancasila dan NKRI. Negara menegakkan hukumnya, menjamin ketertibannya, menangkap pelakunya. Sementara tokoh-tokoh agama menjamin kesadaran umatnya agar hidup damai dan rukun," imbuhnya.

Selepas dari Keuskupan, Mahfud kemudian mengunjungi Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Kunjungan Mahfud ini untuk menjenguk beberapa korban bom Makassar yang masih dirawat.

Lihat Video "Mahfud Md: 5 Muslim Jadi Korban Bom Makassar, Teroris Tak Wakili Agama":

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)