PAN Jadi Masuk Kabinet?

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 17:14 WIB
Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN, MUmtaz Rais.
Mumtaz Rais (Dok. Istimewa)
Jakarta -

PAN digadang-gadang masuk Kabinet Indonesia Maju dalam reshuffle jilid II. PAN dapat menteri apa?

Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN, Mumtaz Rais, menyebut pihaknya dalam posisi menunggu. PAN tidak mau melangkahi Presiden Joko Widodo (Jokowi)

"Jadi sampai dengan hari ini tetap posisi PAN itu adalah menunggu dan lebih pasif, karena bagaimana pun juga menghormati yang menjadi domain presiden," kata Mumtaz kepada detikcom, Jumat (23/4/2021).

Namun Mumtaz menepis kabar yang menyebut PAN menyorongkan nama. Kalaupun PAN benar-benar mendapat posisi menteri, Mumtaz menegaskan Ketua Umum Zulkifli Hasan yang akan disiapkan.

"Tidak pernah PAN itu menyorong-nyorongkan nama sekjen kita, Eddy Soeparno, kemudian nama mantan menteri dulu Pak Asman Abnur, dan mungkin yang terbaru Bima Arya, itu tidak pernah ada," ujarnya.

"Dari pihak PAN sendiri nggak pernah menyorongkan nama. Toh kalau pun diberi kepercayaan oleh Pak Jokowi, pasti yang kita siapkan adalah nama terbaik, yaitu nama ketum kita sendiri, itulah yang terbaik," lanjut Mumtaz.

Selain itu, Mumtaz menepis kabar yang mengatakan kalau Zulhas tidak mau jika mendapat menteri teknis. Mumtaz menegaskan Zulhas siap menduduki posisi apa pun.

"Dan bahwa kemudian jika ada kabar selentingan yang beredar kalau Ketum PAN tidak berkenan jadi menteri, itu tidak benar. Jadi kalau memang ini panggilan negara, maka Pak Zulhas akan siap melaksanakannya dan memberi bukti terbaik dengan kinerja terbaik," ujarnya.

"Bahkan, ada kabar beredar kalau PAN diberi posisi Menko baru Pak Zul mau, tapi kalau menteri teknis Pak Zul enggak mau, itu tidak benar. Sebagai penghargaan setinggi-tingginya, maka kami berikan ketum kita," tutur Mumtaz.

Mumtaz menilai penawaran posisi itu merupakan bentuk penghargaan. Oleh karena itu, Mumtaz mengatakan PAN akan memberikan yang terbaik.

"Kalaupun kita dipercaya di menteri teknis, ya, tetap ketum kita yang akan ambil langsung, karena sebagai bentuk penghargaan kita ke Pak Jokowi. Karena kita juga menimbang bahwa ketum lain mengambil langsung, misalnya Airlangga Hartarto, kemudian Pak Suharso Monoarfa," ujarnya.

Simak video 'Ekspresi Moeldoko Saat Ditanya soal Partai Demokrat':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/zak)