Panitia Jawab Somasi yang Minta Tenda Masjid di TVM Dibongkar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 17:13 WIB
Tenda Masjid At-Tabayyun di Kompleks TVM Jakbar
Foto: Tenda Masjid At-Tabayyun (dok. Istimewa)
Jakarta -

Polemik pembangunan masjid di Komplek Perumahan Taman Villa Meruya (TVM), Jakarta Barat masih bergulir. Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun mendapat somasi terkait pendirian tenda di lokasi tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/4/2021) Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun menjelaskan Surat somasi tersebut dilayangkan oleh Hartono SH yang mengaku kuasa warga TVM. Surat somasi ini dilayangkan kepada Marah Sakti Siregar selaku ketua Panitia Mesjid At Tabayyun di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat. Dalam somasinya, warga yang diklaim Hartono meminta lahan pendirian tenda-tenda tersebut dikosongkan.

"Maka, berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kami mensomasi Saudara untuk tidak melakukan penebangan pohon-pohon tanpa izin, pendirian tenda-tenda tanpa izin, dan atau kegiatan apapun tanpa izin di lahan RTH Blok C 1 yang dapat merusak dari lahan RTH tersebut. Kami memberi waktu 3 (hari) kerja agar mengosongkan lahan RTH dari kegiatan apapun," demikian bunyi surat somasi dengan kop surat Kantor Hukum Hartono & Rekan No 20/ KHHR/J/TV/2021 tertanggal 15 April 2021.

Surat somasi Hartono (Dok. Tim Pembangunan Masjid) Foto: Surat somasi Hartono (Dok. Tim Pembangunan Masjid)

Kepala Humas Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun Wiwien Sri Sundari menjelaskan somasi tersebut berisi 5 pon. Salah satu poinnya menduing panitia pembangunan masjid melanggar peraturan karena menebang pohon.

"Poin satu, menuduh panitia melanggar peraturan karena menebang pohon di lokasi tenda. Poin kedua, menerangkan fungsi RTH dan pohon-pohon itu. Poin 3, dia menuduh panitia masjid melakukan tindak pidana pelanggaran terhadap tertib jalur hijau, taman, dan pemakaman dengan mengutip Pergub DKI No 221 tahun 2009," kata Wiwien dalam keterangan tertulisnya.

"Point empat, menuduh panitia tidak meminta izin RT maupun RW setempat. Point lima, karena pihaknya sedang menggugat Gubernur DKI, yang telah memberi izin pembangunan mesjid, ke PTUN, maka diminta tidak boleh ada kegiatan apapun di atas lahan itu," lanjutnya.

Wiwin menjelaskan bahwa usai ditelusuri, kuasa Hartono berasal dari hanya 12 warga di TVM. Enam dari warga Jakarta dan enam penduduk Tanggerang. Empat di antaranya Ketua RT di wilayah itu. Keseluruhan tidak satu pun pemilik tanah yang dimaksud.

"Adapun Hartono sendiri tidak ditemukan jejak yang bersangkutan terkait dengan pemilikan tanah tersebut. Saat digoogling, warga malah menemukan jejak digital yang bersangkutan sebagai mantan napi kasus penipuan kliennya, divonis penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 2014-2015. Jejak digital Hartono ini terkonfirmasi lewat beberapa berita media belum lama ini yang membenarkan itu," tuturnya.

Lihat juga video 'Histori Masjid Jami Darussalam yang Konon Berusia 600 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2