Gerindra Kritik Bantuan Tunai Bakal Disetop

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 16:32 WIB
Ahmad Muzani
Foto: Ahmad Muzani. (Dok Istimewa).
Jakarta -

Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Ahmad Muzani meminta kepada Kementerian Sosial untuk tidak mencabut kebijakan Bantuan Sosial Tunai (BST). Menurut Muzani, BST merupakan kebijakan tepat di tengah hantaman perekonomian akibat pandemi.

"Gerindra meminta kepada Menteri Sosial untuk mempertahankan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang telah dijalankan. Karena program itu menjadi daya tahan bagi kerterpurukan ekonomi masyarakat akibat pandemi, baik mereka yang nganggur, pegiat UMKM, dan lapisan masyarakat bawah lainnya, seperti buruh, pedakang kaki lima, petani, nelayan, tukang ojek, tenaga honor," kata Muzani kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

"Jadi sebaiknya bantuan ini dipertahankan, bukan malah dihentikan. Dan baiknya pemerintah berpikir untuk meningkatkan nominal BST yang diberikan, karena program ini terbukti dapat meningkatkan dan menguatkan pemulihan ekonomi nasional," imbuhnya.

Menurut Muzani, BST merupakan satu-satu kebijakan pemerintah yang dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia di berbagai daerah. Kebijakan ini, kata Muzani, dapat menunjang serta meningkatkan daya konsumsi masyarakat di saat pandemi ini. Sehingga, misi pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) dapat terwujud dengan cepat.

"Program ini bisa menjadi daya tahan bagi perekonomian nasioal dibanyak daerah di Indonesia. Karena sektor ekonomi banyak bergerak akibat adanya BST yang diberikan kepada masyarakat. Kalau sekarang ekonomi kita mulai mengalami pemulihan, itu karena tumbuhnya konsumsi masyarakat dan itu sebabnya adalah dari BST ini," tutur pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Gerindra ini.

Menurut Muzani, wacana pemerintah menghentikan BST saat ini bergulir bukan di waktu yang tepat. Karena dampak ekonomi akibat pandemi tentu akan terasa lebih lama daripada pandemi itu sendiri.

"Jika BST akan dihentikan saat pandemi selesai, itu juga pelru pertimbangan karena dampak ekonomi akan lebih panjang daripada pandemi itu sendiri," tutur Sekjen Partai Gerindra itu.

Kemudian Muzani menegaskan, sebaiknya program BST ini dipertahankan dan bahkan nominal bantuan yang diberikan juga ditingkatkan. Sehingga, angka kemiskinan di Indonesia tidak terus bertambah akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan ini.

"Harusnya program ini ditambah jumlah penerimanya (bagi masyarakat yang membutuhkan) dan ditambah mominal yang diberikan, supaya sektor perekonomian bisa bergerak lebih cepat lagi. Supaya orang miskin tidak terus bertambah, pengangguran tidak bertambah, dan daya beli tidak turun. Dan monemntim puasa menjelamg lebaran ini adalah momentum supaya ekonimi kita bangkit lebih baik dengan adanya kebijakan BST," ucap Muzani.

Fraksi Gerindra, lanjut Muzani, siap mendukung dan mensukseskan kebijakan BST ini.

"Sebab dibandingkan PEN lainnya, ini adalah pemulihan ekonomi yang paling nyata dan sangat dirasakan masyarakat. Fraksi Gerindra siap membantu pemerintah untuk mendukung serta menguatkan kebijakan ini," tutup Muzani.

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Risma Maharani mengungkapkan akan mencabut program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang selama ini telah berjalan. Nominal yang diberikan dari program BST ini sebesar Rp 200.000. Wacana penghentian BST ini akan berhenti pada akhir Aprip 2021 akibat minim anggaran.

"Enggak ada anggarannya untuk itu," kata Menteri SosialTriRismaharinidi Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (31/3/2021).

(tor/fjp)