Sorotan Anggota DPR ke Azis Syamsuddin di Kasus Walkot Tanjungbalai

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 14:45 WIB
Gedung Nusantara III tempat Pimpinan MPR, DPR dan DPD juga terlihat sepi yang biasanya ramai. Lamhot Aritonang/detikcom.
Gedung DPR RI (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Ramai-ramai anggota DPR mengkritik kasus penyidik KPK diduga menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial yang menyeret nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Azis diduga memfasilitasi pertemuan keduanya.

Anggota DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera miris terhadap kasus ini. Sejatinya KPK adalah lembaga yang antikorupsi, tapi malah diduga menerima suap.

"Kasus suap penyidik KPK kasus luar biasa. Ini seperti pagar makan tanaman," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Mardani meminta kasus itu diinvestigasi hingga tuntas. Investigasi itu, kata Mardani, harus dilakukan semua pihak tanpa terkecuali.

"Harus dibongkar dan diinvestigasi hingga ke akarnya. Semua yang terlibat perlu diinvestigasi. Siapa pun sama kedudukannya di mata hukum," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Benny K Harman. Anggota DPR Fraksi Demokrat ini mendukung semua pihak yang terlibat diusut tuntas.

"Dukung KPK periksa semua pihak yang terlibat," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPR Fraksi Gerindra Habiburokhman meminta KPK mengevaluasi pengawasan internal. Habiburokhman mengkritik oknum penyidik KPK tersebut.

"Ini juga bukan yang pertama. Kritik kita ke oknumnya, itu ibarat pagar makan tanaman. Kalau kepada KPK sebagai lembaga, kita apresiasi karena KPK tak ragu menindak cepat, tegas, dan transparan. Ke depan sama-sama kita evaluasi mekanisme pengawasan internal yang ideal seperti apa," ujar Habiburokhman.

Kini, M Syahrial dan Stepanus Robin Pattuju telah ditetapkan tersangka oleh KPK. KPK mengatakan Azis Syamsuddin-lah yang memperkenalkan M Syahrial dan Stepanus. Perkenalan itu terjadi dalam pertemuan yang digelar di rumah dinas Azis Syamsuddin di Jakarta Selatan.

"Dalam pertemuan tersebut, AZ memperkenalkan SRP dengan MS karena diduga MS memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan dan meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK," kata Firli dalam jumpa pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021).

KPK mengungkapkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS) dan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju bertemu pertama kali di rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. KPK pun akan mengusut keterlibatan Azis Syamsuddin.

"Sebagaimana kita tadi sampaikan, kita akan dalami Bagaimana keterkaitan antara saudara AZ, SRP dan MS yang telah melakukan pertemuan," kata Firli Bahuri.

Azis Syamsuddin sudah dihubungi pukul 10.25 WIB hari ini. Dia sempat mengangkat telepon, namun kemudian menutupnya dengan alasan sedang berada di sebuah acara.

(eva/gbr)