Ada Azis Syamsuddin di Kasus Walkot Tanjungbalai, Apa Sikap MKD DPR?

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 12:43 WIB
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin disebut menjadi perantara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dengan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Bagaimana sikap Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR?

"Kami harus menghormati asas praduga tak bersalah," kata Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Habiburokhman mengatakan pihaknya menunggu penyelidikan lebih lanjut dari KPK. Menurutnya, keterangan dugaan keterlibatan Azis Syamsuddin baru dilontarkan sepihak.

"Sejauh ini informasi masih sepihak dari si tersangka dan belum ada konfirmasi dari pihak Pak Azis. Kami nggak mau berandai-andai dan berasumsi. Kita tunggu saja hasil kerja KPK," ujarnya.

"Kita percayakan agar KPK bisa kerja profesional sesuai dengan hukum yang berlaku," lanjut Habiburokhman.

Azis Syamsuddin sudah dihubungi pukul 10.25 WIB hari ini. Dia sempat mengangkat telepon, namun kemudian menutupnya dengan alasan sedang berada di sebuah acara.

Untuk diketahui, M Syahrial dan Stepanus Robin Pattuju telah ditetapkan tersangka oleh KPK. KPK mengatakan Azis Syamsuddin-lah yang memperkenalkan M Syahrial dan Stepanus. Perkenalan itu terjadi dalam pertemuan yang digelar di rumah dinas Azis Syamsuddin di Jakarta Selatan.

"Dalam pertemuan tersebut, AZ memperkenalkan SRP dengan MS karena diduga MS memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan dan meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK," kata Firli dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021).

KPK mengungkapkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS) dan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju bertemu pertama kali di rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. KPK pun akan mengusut keterlibatan Azis Syamsuddin.

"Sebagaimana kita tadi sampaikan, kita akan dalami bagaimana keterkaitan antara Saudara AZ, SRP, dan MS yang telah melakukan pertemuan," kata Firli Bahuri.

(eva/gbr)