Bareskrim Sita 21 Mobil Milik Tersangka EDCCash: Ada Ferrari dan McLaren

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 11:18 WIB
Mobil sitaan Bareskrim milik tersangka EDCCash (Dyas/detikcom)
Mobil sitaan Bareskrim milik tersangka EDCCash (Dyas/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita 21 mobil dari para tersangka investasi ilegal EDCCash. Dua di antaranya merupakan mobil sport mewah, yakni Ferrari dan McLaren.

"Jadi ini (21 mobil) adalah barang bukti yang kita temukan pada saat dilakukan penggeledahan. Kemudian dari penggeledahan itu, maka kewajiban kita adalah mendalami asal-usul, hubungan, dan sebagainya. Ada beberapa kendaraan. Ada 21 kendaraan yang kami amankan dari para pelaku," ujar Dirtipideksus Brigjen Helmy saat ditemui di Bareskrim Polri, Kamis (22/4/2021).

Meski demikian, Helmy tak memerinci mobil Ferrari dan McLaren itu milik tersangka yang mana. Selain itu, polisi menyita Lexus RX 300, BMW 740Li, Toyota Fortuner, dan sejumlah jenis mobil lain.

Saat ini sudah ada enam tersangka dalam kasus ini. Salah satu tersangka adalah Abdulrahman Yusuf selaku CEO EDCCash.

Lebih lanjut Helmy mengatakan Polri tengah menyelidiki sumber dana pembelian 21 mobil tersebut. Menurutnya, para tersangka ada yang membelinya secara tunai dan kredit.

"Kita sedang dalami, sumbernya dari mana, asal-usulnya dari mana. Ada yang lunas, ada yang kredit, gitu," tuturnya.

Mobil sitaan Bareskrim milik tersangka EDCCash (Dyas/detikcom)Mobil sitaan Bareskrim milik tersangka EDCCash (Dyas/detikcom)

Selain itu, Helmy mengungkapkan ada mobil yang didapatkan tersangka EDCCash secara 'door prize'. Mobil hadiah itu dibeli dengan uang para nasabah EDCCash.

"Bahkan ada yang dalam tanda kutip itu sebagai door prize. Yang kami juga sudah bisa menduga door prize itu dibeli dari uangnya para nasabah itu sendiri," kata Helmy.

Selain mobil, polisi menyita sejumlah tas branded dan emas milik para tersangka. Meski demikian, polisi belum memerinci total nilai dari barang-barang yang disita itu.

"Kita kan nggak tahu mobil ini harganya berapa. Dari barang yang kita amankan, mobil misalnya perolehannya dari mana, kapan. Terus misalnya tadi ada uang, uang ini dari mana. Terus ada emas. Bernilai ada, tapi nilainya berapa masih dihitung," paparnya.

"Dalam upaya tracing aset itu juga sedang kita lakukan secara maksimal, sehingga harapannya kepada masyarakat yang menjadi korban hak-haknya bisa kembali," sambung Helmy.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Investasi Bodong EDC-Cash Tipu 57 Ribu Member, Raup Ratusan Miliar!

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2