Analisis Pakar soal Penyebab Hilangnya KRI Nanggala-402

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 03:40 WIB
Kapal selam RI dikabarkan hilang kontak di perairan utara Bali. Kapal selam yang hilang itu adalah kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402. Seperti apa potretnya?
Foto: KRI Nanggala-402 (ANTARA FOTO/Syaiful Arif.)

Wisnu lalu memaparkan analisisnya terkait hal-hal yang seharusnya dilakukan selanjutnya. Ada sederet proses yang mungkin terjadi di dalam kapal selam itu.

"Setelah ditembakkan torpedo, pintu luar harus ditutup, pintu luar ditutup, air yang ada di dalam tabung torpedo itu dialirkan ke tangki torpedo, jadi kosong lagi dia, baru pintu dalam dibuka. Nah prosesnya harus begitu," paparnya.

Berdasarkan analisis Wisnu, bisa jadi ada masalah dalam proses penutupan pintu ini. Hal ini bisa berdampak pada kondisi kapal selam.

"Nah itu yang bahaya, yang saya khawatirkan awalnya karena itu. Karena apa? Karena saya baca di laporannya itu bahwa komunikasi sonar hilang setelah ada percobaan torpedo. Makanya saya berpikir wah ini pintu dalam tidak tertutup dengan rapi," kata Wisnu.

Sementara itu, pengamat kemaritiman dan intelijen, Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Soleman Ponto menuturkan prajurit TNI AL yang menjadi kru kapal selam merupakan orang-orang pilihan. Seleksinya pun ketat.

"(KRI Nanggala-402) ini ditemukan atau tidak, ini harus diaudit maintenance-nya seperti apa. Kita jangan mengorbankan, itu manusia-manusia pilihan dan kalau mau masuk (sebagai kru kapal selam-red) seleksinya ketat. Cari orang kapal selam itu susah, banyak yang nggak mau," ungkap Soleman saat dihubungi.

"Padahal sudah dibikin penggajian dua kali dari kita. Kalau dia (kru kapal selam) sudah 12 tahun, gajinya setara 24 tahun, itulah orang kapal selam, gajinya dikali dua," lanjut mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) ini.

Halaman

(rfs/mae)