Walkot Tanjungbalai Diperiksa KPK Selama 5 Jam soal Dugaan Jual-Beli Jabatan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 21:58 WIB
Jakarta -

Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial diperiksa KPK hari ini terkait dugaan jual-beli jabatan. Pemeriksaan itu berlangsung selama lima jam.

Syahrial menjalani pemeriksaan di Polres Tanjungbalai. Pemeriksaan itu berlangsung dari pukul 15.00 sampai 20.00 WIB.

"Semua sudah saya sampaikan dengan baik dan benar," ujar Syahrial saat keluar dari ruang pemeriksaan di Polres Tanjungbalai, Kamis (22/4/2021).

Dengan berjalan cepat, Syahrial enggan berkomentar perihal kasus dugaan pemerasan yang dilakukan penyidik KPK. Syahrial kemudian masuk ke mobil.

Sebelumnya, KPK telah melakukan pemeriksaan di Tanjungbalai diawali dari kediaman pribadi Syahrial hingga berlanjut ke kantor Wali Kota sejak Selasa (20/4) kemarin.

Sejumlah pejabat Pemkot Tanjungbalai hari ini memenuhi panggilan KPK. Panggilan itu terkait dengan dugaan jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai pada 2019.

Panggilan pemeriksaan itu dilakukan di Polres Tanjungbalai. Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (22/4/2021), ada empat pejabat Pemkot Tanjungbalai yang hadir memenuhi panggilan KPK, yaitu Kepala Dinas UMKM, Nedi Hamlet; Asisten I Bidang Pemerintahan, Nurmalini Marpaung; Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sosial, Zainul Arifi; serta Kepala Bappeda Solihin Nasution. Selain itu, ada anggota DPRD Tanjungbalai, Rusnaldi; dan anggota DPRD Tanjungbalai periode 2014-2019, Maralelo Siregar.

Pada Rabu (21/4) kemarin, pejabat Pemkot Tanjungbalai juga terpantau mendatangi Mapolres Tanjungbalai secara estafet, di antaranya Yusmada selaku Sekretaris Daerah, Abu Hanifah selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pahala Zulfikar Plt Camat Datuk Bandar Timur, Wakil Wali Kota Waris Tolib, Humaini Nasution Kabag Umum, Tety Zuliani Siregar selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Jali, seorang kontraktor.

(man/man)