MV Mega Bakti Dikerahkan Malaysia Cari Kapal Selam RI, Ini Spesifikasinya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 16:55 WIB
Kapal selam RI dikabarkan hilang kontak di perairan utara Bali. Kapal selam yang hilang itu adalah kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402. Seperti apa potretnya?
Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak di Bali (Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Jakarta -

Malaysia juga akan mengerahkan kapal MV Mega Bakti untuk membantu pencarian kapal seram KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali. Disebutkan kapal tersebut akan tiba pada 26 April mendatang.

"Malaysia juga menawarkan kapal rescue MV Mega Bakti, yang akan tiba 26 April. KNKT juga akan membantu pencarian dengan mengerahkan gabungan BPPT dan Basarnas, dengan menggunakan kapal Basarnas," kata Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad dalam jumpa pers, Kamis (22/4/2021).

Bagaimana spesifikasi MV Mega Bakti asal Malaysia?

Spesifikasi MV Mega Bakti

Melansir dari Marine Traffic, Kapal MV Mega Bakti adalah kapal selam yang berfungsi melakukan pencarian dan penyelamatan yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN). Kapal ini dirancang dan dibuat oleh Perusahaan Keppel Singmarine pada 2012 dan mulai dioperasikan pada 2013.

Kapal MV Mega Bakti dilengkapi dengan Distress Submarine Ventilation Depressurrised System (DSVDS), termasuk Compressed Air Generation (CAM), Process Control Module (PCM) dan Submarine Link Module (SLM), sistem GPS Intelligent Buoy (GIB) - Pinger, Intervention Remotely Operated Vehicle (IROV) dengan Sistem Peluncuran dan Pemulihan yang beroperasi pada Kedalaman 650 meter, serta Pod Penyimpanan Dukungan Kehidupan Darurat serta dua Ruang Dekompresi Selam ( DDC).

MV Mega Bakti memiliki berat sekitar 1962 ton dengan panjang 79,65 meter dan lebar 17 meter. MV Mega Bakti juga memiliki kecepatan 15,7 knot (27,8 km/ jam 17,3 mph) dan dirancang sebagai kapal pendukung permukaan untuk penyelamatan kapal selam.

Mega Bakti menawarkan layanannya dalam dua bentuk yakni Operasi Utama menerapkan SMER-I termasuk demonstrasi dan pelatihan dan bertindak sebagai Kapal Induk ke kapal selam RMN; dan dapat menjadi peron saat menjalani operasi dan pelatihan penyelaman kapal, dan sebagai sistem pelatihan penyelamatan torpedo (pemulihan) dan Operasi Bencana serta bantuan kemanusiaan.

Lebih lanjut, MV Mega Bakti juga dilengkapi kendaraan jarak jauh (ROV) untuk mwmasang DSVSD pada kedalaman hingga 400 meter. ROV ini mampu membersihkan rintangan di pintu keluar darurat Kapal Selam Distress (DISSUB), mengambil foto dan video dan mengirimkan pod Dukungan Kehidupan Darurat (ELSS).

ELSS Pod berisi bantuan medis, makanan dan kebutuhan lainnya untuk DISSUB menggunakan ROV. Mega Bakti menyediakan 12 buah ELSS pod yang mampu menampung tekanan hingga 65 bar .

(izt/imk)